Kualitas Bio-Oil sebagai Bahan Bakar Ditingkatkan lewat Riset BRIN
- 17 Apr 2026 14:06 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengembangkan katalis bifungsional untuk peningkatan mutu (upgrading) bio-oil.
- Peneliti Ahli Utama Pusat Riset Katalisis BRIN, Adid Adep Dwiatmoko, mengatakan bio-oil mentah masih memiliki keterbatasan, terutama kandungan oksigen yang relatif tinggi sehingga memengaruhi kualitas dan stabilitasnya sebagai bahan bakar.
RRI.CO.ID - Jakarta: Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengembangkan katalis bifungsional untuk peningkatan mutu (upgrading) bio-oil. Peneliti Ahli Utama Pusat Riset Katalisis BRIN, Adid Adep Dwiatmoko, mengatakan bio-oil mentah masih memiliki keterbatasan, terutama kandungan oksigen yang relatif tinggi sehingga memengaruhi kualitas dan stabilitasnya sebagai bahan bakar.
Untuk mengatasi hal tersebut, Adid mengembangkan katalis bifungsional yang mampu meningkatkan kualitas bio-oil melalui proses upgrading. Dalam studi awal, senyawa guaiacol digunakan sebagai model senyawa lignin untuk memahami mekanisme reaksi secara lebih terkontrol di laboratorium.
Hasil penelitian menunjukkan tingkat keasaman pada penyangga katalis berperan penting dalam meningkatkan konversi senyawa antara menjadi produk akhir yang lebih rendah kandungan oksigennya. “Semakin tinggi keasaman penyangga, semakin efektif proses deoksigenasi,” ungkapnya dalam webinar ORNAMAT #83, Selasa 14 April 2026.
Pada tahap optimasi, katalis berbasis Ru/WZr dikembangkan sebagai kandidat unggulan karena menunjukkan kinerja yang lebih baik dalam efisiensi reaksi dan selektivitas produk. Riset kemudian dilanjutkan ke tahap implementasi dalam reaktor aliran kontinu.
Hasilnya menunjukkan senyawa seperti 5-HMF dan furfural cenderung lebih dahulu menempati permukaan katalis sehingga menghambat reaksi guaiacol. Oleh karena itu, dilakukan strategi praperlakuan bio-oil, salah satunya melalui ekstraksi menggunakan senyawa dietil eter guna meningkatkan efektivitas proses.
Selain itu, perbandingan berbagai jenis penyangga seperti WZr, alumina, dan silika-alumina menunjukkan bahwa rekayasa sifat katalis serta perlakuan umpan menjadi faktor kunci dalam meningkatkan kinerja sistem secara keseluruhan. Untuk diketahui, riset ini dilatarbelakangi oleh tantangan global berupa penipisan bahan bakar fosil dan meningkatnya kebutuhan pemanfaatan energi terbarukan.
Biomassa dinilai sebagai salah satu solusi potensial karena ketersediaannya melimpah dan dapat diolah melalui proses pirolisis menjadi bio-oil, syngas, dan biochar. (ik/ed:jh, tnt)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....