Peneliti ITS Apresiasi Stabilitas BBM saat Lebaran

  • 28 Mar 2026 11:12 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Peneliti dari Lab Rekayasa Termal dan Sistem Energi (RTSE) Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Ary Bachtiar Krishna Putra, mengapresiasi kinerja pemerintah. Ia menilai pasokan BBM tetap stabil selama periode hari raya.

“Ya memang karena sudah event tahunan. Artinya pemerintah punya jam terbang menjaga pasokan dan harga BBM,” ujar Ary.

Sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menepis kekhawatiran publik soal ketersediaan BBM. Pasokan operasional dinilai tetap aman di tengah tensi geopolitik global.

Publik sempat memperkirakan cadangan BBM habis saat Lebaran 2026. Namun, kondisi riil menunjukkan ketersediaan energi tetap terjaga.

Menurut Ary, pola konsumsi BBM saat Lebaran cukup terprediksi. Lonjakan biasanya terjadi singkat selama arus mudik dan balik.

“Kalau Lebaran, penambahan karena mudik hanya sekitar semingguan, dari berangkat hingga pulang,” kata dia. Ia juga menilai masyarakat kini lebih bijak menggunakan BBM.

Kekhawatiran kelangkaan membuat konsumsi menjadi lebih terkendali. “Kalau masyarakat mengendalikan diri, manfaatnya terasa," katanya.

"Saya lihat antrean BBM di beberapa daerah berkurang,” ujarnya. Di sisi lain, Ary mengingatkan ketahanan energi nasional masih menghadapi tantangan.

Cadangan BBM Indonesia berkisar 20 hingga 28 hari. Angka tersebut lebih rendah dibanding negara seperti Jepang dan Singapura.

Kedua negara mampu menyimpan cadangan energi hingga berbulan-bulan. Ia menilai rencana peningkatan kapasitas penyimpanan hingga 90 hari sangat strategis.

Langkah ini penting untuk memperkuat ketahanan energi nasional. “Kalau bisa 90 hari, itu luar biasa. Kita punya waktu saat harga pasar berfluktuasi,” ujarnya.

Ary juga menyoroti peran program biodiesel B50. Program ini membantu mengurangi ketergantungan impor solar.

Namun, kebutuhan bensin Indonesia masih bergantung pada pasokan luar negeri. Hal ini menjadi pekerjaan rumah dalam kebijakan energi.

Ia menilai keberhasilan menjaga pasokan BBM saat Lebaran menjadi indikator positif. Pengelolaan energi nasional dinilai semakin terarah dan adaptif.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....