Koleksi Radio Tahun 1940-an Hiasi Sudut Galeri Tri Prasetya RRI Surabaya
- 26 Mar 2026 12:17 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya – Sebuah radio tabung peninggalan era 1940-an terpajang apik di Galeri Tri Prasetya kantor LPP RRI Surabaya. Membawa ingatan kembali ke masa di mana frekuensi udara menjadi denyut nadi perjuangan dan informasi utama masyarakat Indonesia.
Radio berwarna hitam dengan desain klasik ini bukan sekadar barang antik. Berdasarkan keterangan pada labelnya, perangkat komunikasi bersejarah ini merupakan pemberian dari Drs. Endro Suwasono.
Radio tabung merk Philips ini di produksi di Belanda tahun 1940 dan sangat langka. Uniknya lagi radio tabung ini dilengkapi dengan kompas sehingga dikenal juga dengan sebutan "Philips Compass". Walau nampak tua dan beberapa bagian sudah tidak sempurna namun radio ini tetap memancarkan aura kemegahan teknologi pada masanya.
Pada era 1940-an, radio merupakan barang mewah sekaligus alat komunikasi yang sangat krusial. Di masa revolusi kemerdekaan, melalui perangkat serupa inilah pesan-pesan perjuangan disebarluaskan ke seluruh pelosok negeri.
Di Indonesia radio tabung ini mulai populer tahun 1945 sampai 1960-an. RRI Surabaya sendiri menggunakannya sebagai radio monitor di tahun 1951-1960. Kehadiran radio ini di lingkungan RRI Surabaya seakan menjadi pengingat bagi para angkasawan dan angkasawati RRI mengenai akar sejarah penyiaran di Indonesia.
Visual radio yang menampilkan dial frekuensi analog dengan deretan angka manual ini memperlihatkan betapa jauh perkembangan teknologi telah melangkah, dari sistem tabung hingga kini merambah ke sistem digital. Saat ini, Sang "Philips Compass" pemberian almarhum Drs. Endro Suwasono (pensiunan RRI Surabaya) terpajang manis di Galeri Tri Prasetya RRI Surabaya dan berfungsi sebagai sarana edukasi bagi tamu maupun siswa-siswi yang berkunjung ke RRI Surabaya.
Memperkaya khazanah literasi sejarah alat komunikasi dari zaman ke zaman. Dimana koleksi ini juga membuktikan komitmen RRI dalam merawat memori sejarah penyiaran nasional.
Radio ini juga menjadi saksi perjalanan panjang RRI. Meskipun sekarang kita sudah berada di era multiplatform namun radio tidak akan pernah mati dan akan selalu relevan karena dalam situasi bencana alam atau pemadaman listrik total di mana jaringan internet lumpuh, radio seringkali menjadi satu-satunya jalur komunikasi yang tetap berfungsi. Dengan perangkat sederhana berbaterai, informasi darurat tetap bisa tersalurkan.
Bagi warga Surabaya maupun masyarakat umum yang ingin melihat langsung koleksi benda bersejarah lainnya, pintu RRI Surabaya selalu terbuka lebar. Galeri Tri Prasetya bukan sekadar ruang pameran, melainkan lorong waktu yang siap membawa anda menyelami sejarah bangsa Indonesia melalui suara.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....