Akademisi UNAIR Soroti Menu Lele Marinasi Mentah MBG
- 15 Mar 2026 12:49 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi salah satu program pemerintah menyediakan makanan sehat bagi siswa. Akademisi UNAIR ikut menyoroti pemberian menu ikan lele marinasi mentah di SMAN 2 Pamekasan karena memicu perbincangan terkait keamanan pangan
Dosen Teknologi Hasil Perikanan Fakultas Perikanan dan Kelautan (FPK) Universitas Airlangga (UNAIR), Patmawati, menilai kejadian itu perlu dilihat secara objektif. Ia mengatakan masalah tersebut kemungkinan dipicu kesenjangan komunikasi dan standar distribusi.
“Peristiwa tersebut perlu diamati secara objektif dan komprehensif, terutama terkait komunikasi dan standar distribusi pangan,” ujarnya, Minggu, 15 Maret 2026.
Menurutnya, informasi dari Badan Gizi Nasional menyebut menu lele marinasi sebenarnya untuk berbuka puasa. “Menu lele marinasi ditujukan sebagai menu berbuka puasa, sehingga tidak disajikan matang di sekolah,” kata Patmawati.
Ia menambahkan polemik muncul karena miskomunikasi kepada penerima manfaat. Informasi yang tidak lengkap membuat masyarakat menilai makanan seharusnya siap santap.
“Jika tujuan menu tidak dijelaskan utuh, masyarakat menafsirkan makanan harus siap santap,” ucapnya.
Secara prinsip keamanan pangan, bahan mentah tidak dianjurkan dikemas bersama makanan siap konsumsi. Cairan ikan berpotensi membawa bakteri dan memicu kontaminasi silang.
“Ikan mentah mengandung mikroorganisme patogen seperti Salmonella, E. coli, dan V. parahaemolyticus,” ujarnya.
Menurutnya, bakteri tersebut dapat menyebabkan gangguan kesehatan bila masuk ke tubuh. Gejala yang muncul antara lain diare, mual, muntah, sakit perut, dan demam.
Patmawati menjelaskan proses marinasi hanya menghambat pertumbuhan bakteri. Proses itu bukan sterilisasi sehingga bakteri masih bisa berkembang.
“Ikan marinasi tetap perlu disimpan pada suhu dingin agar bakteri tidak berkembang,” katanya.
Ia menyarankan menu ikan dalam program MBG disajikan dalam bentuk siap konsumsi. Produk seperti nugget ikan, bakso ikan, atau pepes dinilai lebih praktis.
“Menu MBG sebaiknya disajikan siap konsumsi seperti nugget, bakso, atau pepes ikan,” katanya.
Patmawati juga menekankan pentingnya evaluasi standar operasional distribusi makanan. Edukasi penerima manfaat juga perlu ditingkatkan. “Diperlukan evaluasi standar operasional, pengawasan kualitas, serta edukasi penerima manfaat,” ujarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....