Waspada! AI Bisa Ungkap Identitas Akun Anonim
- 14 Mar 2026 14:41 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar - Kebiasaan menggunakan second account di media sosial seperti Instagram dan TikTok kini tidak lagi sepenuhnya aman. Sebuah studi terbaru mengungkapkan bahwa teknologi kecerdasan buatan (AI) kini mampu melacak dan mengungkap identitas asli pengguna di balik akun anonim dengan tingkat akurasi yang cukup tinggi.
Selama ini, banyak pengguna—terutama Generasi Z—menggunakan akun kedua sebagai ruang aman untuk berbagi cerita pribadi, mengeluhkan tugas kuliah atau pekerjaan, hingga mengunggah konten humor tanpa diketahui keluarga atau rekan kerja. Namun, menurut laporan yang juga dibahas oleh Teknologi.id, rasa aman tersebut bisa saja hanya ilusi karena jejak digital yang tersebar di berbagai unggahan dapat dianalisis oleh sistem AI.
Penelitian yang dilakukan oleh dua peneliti AI, Simon Lermen dan Daniel Paleka, menyoroti kemampuan Large Language Models (LLM) dalam mengumpulkan dan menghubungkan potongan informasi kecil dari berbagai platform. Teknologi ini tidak bergantung pada nama pengguna, tetapi memanfaatkan detail konteks dari unggahan, seperti lokasi nongkrong, nama hewan peliharaan, atau cerita keseharian yang tanpa sadar dibagikan pengguna.
Dengan mengumpulkan potongan informasi tersebut, sistem AI dapat menyusun “puzzle” jejak digital dan mencocokkannya dengan akun utama pengguna di platform lain. Proses ini berpotensi mengungkap identitas pemilik akun anonim yang selama ini dianggap tersembunyi.
Kemampuan tersebut memunculkan kekhawatiran baru di bidang keamanan siber. Jika identitas akun anonim terbongkar, pengguna bisa menjadi sasaran perundungan siber, penyebaran data pribadi (doxing), hingga penipuan digital. Dalam skenario tertentu, pelaku kejahatan siber bahkan dapat memanfaatkan data tersebut untuk melakukan serangan spear-phishing yang sangat personal.
Pakar keamanan siber dari University of Edinburgh, Marc Juarez, menyebut temuan ini sebagai perkembangan yang mengkhawatirkan. Ia menilai kemampuan AI saat ini telah melampaui batas privasi yang selama ini diyakini pengguna media sosial.
Meski demikian, para ahli juga mengingatkan bahwa AI bukan sistem yang sempurna. Profesor ilmu komputer dari University College London, Peter Bentley, menilai AI masih bisa melakukan kesalahan pencocokan identitas. Hal ini berpotensi membuat seseorang dituduh sebagai pemilik akun anonim tertentu hanya karena memiliki kesamaan minat atau pola unggahan.
Para peneliti pun mendorong perusahaan media sosial untuk memperketat sistem keamanan, termasuk membatasi aktivitas pengumpulan data otomatis oleh bot. Namun, pada akhirnya perlindungan terbesar tetap berada di tangan pengguna sendiri—yakni dengan lebih berhati-hati saat membagikan informasi pribadi di internet.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....