Suko Widodo Soroti Kasus Bunuh Diri Remaja
- 26 Feb 2026 20:23 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya - Tiga peristiwa bunuh diri melibatkan remaja terjadi berdekatan di beberapa wilayah Indonesia. Ketua Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia (ISKI) Jawa Timur Dr Suko Widodo, ikut mengomentari kasus yang muncul di NTT, Demak, dan Bandung dengan latar belakang berbeda.
Peristiwa itu menjadi peringatan penting bagi kesadaran kesehatan mental generasi muda. Suko Widodo menilai tekanan psikososial semakin kompleks.
Suko menjelaskan remaja kini hidup dalam ruang fisik dan digital sekaligus. “Tekanan di ruang digital berlangsung tanpa jeda dan sering tak disadari orang tua,” ujarnya, Rabu, 25 Februari 2026.
Dari sudut komunikasi, fenomena ini dapat dianalisis melalui Teori Kultivasi George Gerbner. Paparan media sosial membentuk persepsi remaja tentang realitas sosial ideal.
Menurutnya, konten kebahagiaan dan popularitas sering menjadi standar kehidupan remaja. Hal itu memicu tekanan ketika realitas pribadi tidak sesuai harapan.
Pesan media bercampur pengalaman pribadi dapat memperkuat perasaan negatif remaja. “Media sosial bukan hanya ruang informasi, tetapi ruang amplifikasi emosi,” ujarnya. Remaja dengan masalah hubungan atau akademik menjadi lebih rentan terhadap pesan emosional.
Pesan serupa kondisi psikologis dapat memperkuat tekanan mental. Algoritma media sosial menampilkan konten sesuai preferensi dan aktivitas pengguna.
Suko menekankan pentingnya literasi digital yang menyentuh kesadaran emosional. Sekolah dan keluarga perlu membangun mekanisme deteksi dini perubahan perilaku siswa.
Media massa juga harus menghindari sensasionalisme dalam pemberitaan bunuh diri. “Remaja dapat terhubung dengan banyak orang tetapi tetap merasa sendirian, sehingga kita harus memastikan mereka tidak hanya terhubung, tetapi juga didengar,” ucapnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....