Astronot ISS Lakukan Finalisasi Pelepasan Kapsul Dragon Hari Ini

  • 25 Feb 2026 15:50 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta - Para astronot di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) kini tengah memasuki tahap akhir persiapan pelepasan kapsul SpaceX Dragon. Di tengah kesibukan mengemas kargo, para awak Ekspedisi 74 tetap menjalankan serangkaian penelitian medis.

Mengutip laman resminya, NASA dan SpaceX menjadwalkan proses pelepasan Dragon dari modul Harmony pada Kamis, 26 Februari 2026. Kapsul ini akan pulang dengan membawa pulang berbagai hasil eksperimen krusial.

Di antaranya, sampel material yang telah dipaparkan pada lingkungan ekstrem ruang angkasa. Kemudian, film kristal cair datar dan sel punca (stem cells) yang diprogram menjadi sel jantung dan otak.

Kapsul Dragon juga kaan membawa sampel mikroba hasil penelitian di orbit. Hasil investigasi ini diharapkan dapat memajukan teknologi di Bumi maupun di antariksa, serta meningkatkan standar kesehatan manusia.

Proses ini disiarkan langsung melalui layanan NASA+, Amazon Prime, dan saluran YouTube resmi NASA, sekitar pukul 23:45 WIB. Namun, momen pendaratan (splashdown) di lepas pantai California sekitar 12 jam kemudian tidak akan disiarkan ke publik.

Sebelumnya, astronot NASA Chris Williams dan Jessica Meir memindahkan pendingin sains portabel berisi sampel penelitian ke dalam Dragon. Mereka dibantu oleh astronot ESA, Sophie Adenot, yang melakukan pengambilan sampel air liur untuk analisis sistem imun pribadinya.

Sementara itu, astronot Jack Hathaway melakukan perawatan pada sistem peluncur satelit kecil. Sistem ini rutin digunakan untuk melepas CubeSats ke orbit Bumi.

Di sisi lain stasiun, komandan Sergey Kud-Sverchkov dan Sergei Mikaev dari Roscosmos menjalani tes kardiovaskular menggunakan elektroda dada. Mereka sedang memantau aliran darah dan risiko penggumpalan di ruang angkasa.

Kosmonot Andrey Fedyaev sendiri tengah mempelajari mekanika pernapasan dalam gravitasi mikro dengan sensor akustik di leher. Ia juga melakukan eksperimen fisika ruang angkasa menggunakan berkas molekul untuk menumbuhkan semikonduktor.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....