UNM Kukuhkan 1.000 Wisudawan Jenjang Diploma Hingga Doktor

  • 04 Feb 2026 17:49 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar - Universitas Negeri Makassar (UNM) kembali mengukuhkan sebanyak 1.000 wisudawan dari jenjang Doktor, Magister, Sarjana, dan Diploma yang berlangsung di Gedung Pinisi, Rabu, 4 Februari 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen UNM untuk menjaga ritme kelulusan setiap bulan, sekaligus memastikan keseimbangan antara jumlah mahasiswa masuk dan lulusan yang dihasilkan.

Pelaksana Tugas (Plt) Rektor UNM, Prof Farida Patittingi, menyampaikan rasa syukur atas kelancaran pelaksanaan wisuda periode ini. Ia menegaskan, UNM terus berupaya menjaga konsistensi penyelenggaraan wisuda sebagai bagian dari manajemen akademik yang efektif.

“Alhamdulillah, seperti biasa, kita sebisa mungkin dalam setiap bulan itu ada wisuda, karena harus menimbang antara input dan output. Hari ini kita wisuda lagi seperti biasa, seribu orang,” ujarnya.

Prof Farida juga mengungkapkan kebanggaannya terhadap capaian akademik para lulusan. Rata-rata Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) wisudawan periode ini mencapai 3,72, angka yang dinilai sangat membanggakan dan menunjukkan kualitas akademik yang terus meningkat. “Yang membahagiakan karena rata-rata IPK lulusan periode ini itu 3,72. Itu angka yang sangat bagus,” tambahnya.

Selain capaian IPK, UNM juga terus mendorong efisiensi masa studi mahasiswa. Saat ini, rata-rata masa studi berada pada angka 4,1 tahun, mendekati target efisiensi pendidikan yang ditetapkan Kementerian Pendidikan. “Kita masih 4,1, seharusnya 4 tahun ke bawah. Tapi kita terus melakukan upaya-upaya dan kebijakan untuk memacu percepatan lulusan,” jelas Prof Farida.

Ia menekankan bahwa koordinasi antara fakultas dan program studi menjadi kunci dalam mengawal proses penyelesaian studi mahasiswa agar dapat lulus tepat waktu. Para dekan diminta memastikan setiap prodi memberikan pendampingan akademik yang optimal.

Dalam arahannya kepada para wisudawan, Prof Farida menegaskan bahwa lulusan UNM harus mampu memberikan manfaat nyata di masyarakat, baik melalui dunia kerja maupun dunia usaha. “Pendekanan kita bahwa kita harus mengawal bahwa alumni kita itu bisa bekerja. Intinya kan bisa bekerja, bisa berdampak, bisa bermanfaat,” tuturnya.

Sebagai kampus yang memiliki visi berbasis kewirausahaan, UNM telah mengintegrasikan nilai-nilai dan keterampilan kewirausahaan dalam proses pendidikan. Hal ini diharapkan dapat membuka peluang bagi lulusan untuk tidak hanya mencari pekerjaan, tetapi juga menciptakan lapangan kerja.

“Karena UNM itu visinya berbasis kewirausahaan, itu juga telah diimplementasikan dalam proses pendidikan sehingga kita berharap mereka dapat juga berwirausaha,” jelasnya.

Meski demikian, Prof Farida mengakui bahwa sebagai perguruan tinggi yang memiliki core business di bidang ilmu kependidikan, sebagian besar lulusan UNM tetap akan berkarier sebagai pendidik. Namun, ia menegaskan bahwa kompetensi lulusan UNM memungkinkan mereka berkiprah di berbagai sektor.

“Karena ini adalah universitas, tentu seluruh bidang kehidupan bisa diisi oleh alumni Universitas Negeri Makassar. Mereka cukup memperoleh pendidikan yang profesional untuk dijadikan bekal masuk ke dunia kerja,” katanya.

Prof Farida berharap agar para wisudawan dapat menjaga nama baik almamater dan terus mengembangkan diri di tengah dinamika dunia kerja yang semakin kompetitif.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....