Tiongkok Janji Kerja Sama Terkait Insiden Kabel Bawah Laut di Laut Baltik
- 23 Des 2024 17:24 WIB
- Voice of Indonesia
KBRN, Beijing: Pemerintah Tiongkok pada Senin (23/12) berkomitmen untuk terus menjalin "kerja sama" dengan otoritas regional terkait insiden pemutusan dua kabel bawah laut di Laut Baltik, yang diduga melibatkan kapal asal Tiongkok, Yi Peng 3. Dua kabel telekomunikasi di perairan teritorial Swedia di Laut Baltik dilaporkan putus pada 17 dan 18 November lalu. Berdasarkan data pelacakan kapal, Yi Peng 3 diketahui melintasi area kabel tersebut tepat pada waktu insiden terjadi. Kapal itu sempat berlabuh di perairan internasional Selat Kattegat, yang memisahkan Swedia dan Denmark, sebelum akhirnya berlayar ke arah utara pada Sabtu (20/12), seperti dikonfirmasi oleh Penjaga Pantai Swedia.
Dikutip dari AFP, Pemerintah Tiongkok mengonfirmasi bahwa kapal tersebut telah meninggalkan lokasi untuk "menjaga kesehatan fisik dan mental kru". Juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Mao Ning, menyatakan bahwa keputusan tersebut diambil setelah evaluasi menyeluruh oleh pihak pemilik kapal dan konsultasi dengan berbagai pihak terkait. "Tiongkok telah memberi tahu semua negara yang relevan sebelumnya," ujar Mao.
Ia juga menambahkan bahwa Tiongkok siap menjaga komunikasi dan kerja sama dengan negara-negara terkait untuk menangani insiden ini lebih lanjut. Pernyataan ini muncul di tengah kecurigaan pejabat Eropa bahwa pemutusan kabel tersebut mungkin merupakan aksi sabotase yang berhubungan dengan invasi Rusia ke Ukraina. Namun, Kremlin membantah tuduhan tersebut dengan menyebutnya sebagai "tidak masuk akal".
Penyelidikan bersama antara Swedia, Jerman, Finlandia, dan Tiongkok telah dilakukan pada Kamis (18/12). Seorang perwakilan Denmark juga ikut serta karena negara tersebut berperan sebagai fasilitator dalam pertemuan antara negara-negara terkait sebelumnya. Perdana Menteri Swedia, Ulf Kristersson, menyatakan bahwa meskipun Swedia meminta kerja sama dari Tiongkok, tidak ada "tuduhan" resmi yang dilayangkan.
Kerusakan kabel dimulai pada 17 November, ketika kabel Arelion yang menghubungkan Pulau Gotland, Swedia, dengan Lithuania, mengalami gangguan. Sehari kemudian, kabel bawah laut C-Lion 1 yang menghubungkan Helsinki, Finlandia, dengan Rostock, Jerman, juga putus di sebelah selatan Pulau Oland, Swedia, sekitar 700 kilometer dari Helsinki. Ketegangan di sekitar Laut Baltik terus meningkat sejak invasi Rusia ke Ukraina pada Februari 2022. Insiden sebelumnya melibatkan ledakan bawah laut yang merusak pipa Nord Stream pada September 2022, diikuti oleh kerusakan pipa gas bawah laut antara Finlandia dan Estonia akibat jangkar kapal kargo Tiongkok pada Oktober 2023.
Dengan insiden terbaru ini, perhatian dunia kembali tertuju pada keamanan infrastruktur bawah laut di kawasan yang strategis dan rawan konflik tersebut. Investigasi lanjutan akan menjadi penentu dalam mengungkap penyebab pasti serta pelaku di balik insiden ini.
Sumber: AFP
News Recomendation
Loading latest news.....