Jepang Genjot Ambisi Teknologi untuk AI dan Mikrochip
- 20 Nov 2024 12:53 WIB
- Voice of Indonesia
KBRN, Tokyo: Jepang tengah mempersiapkan investasi besar senilai 10 triliun yen atau sekitar 10.200 triliun rupiah untuk pengembangan kecerdasan buatan (AI) dan mikrochip. Langkah ini bertujuan mengembalikan status Jepang sebagai pemimpin teknologi global sekaligus menghadapi tantangan mendesak akibat populasi yang menua dan menyusut.
Sebagian besar dana baru dari pemerintah Jepang akan mendukung proyek Rapidus, yang bertujuan memproduksi semikonduktor generasi baru. Tokyo juga telah menjanjikan subsidi hingga empat triliun yen untuk meningkatkan penjualan mikrochip buatan dalam negeri hingga tiga kali lipat pada tahun 2030.
Dukungan dana tersebut juga dipandang sebagai persiapan menghadapi dunia yang semakin tidak pasti, terutama dengan meningkatnya kekhawatiran akan potensi invasi Tiongkok ke Taiwan, pusat produksi mikrochip dunia. Namun, sejumlah analis memperingatkan tantangan besar yang harus dihadapi Jepang, seperti kekurangan tenaga kerja dan keterbatasan sumber energi untuk mendukung pusat data AI yang membutuhkan daya besar.
“Setelah dominasi teknologi di era 1980-an, Jepang cukup lama hanya menjadi pengamat inovasi, terutama di bidang kecerdasan buatan,” ujar Kelly Forbes, Presiden AI Asia Pacific Institute. “Namun, dalam dua hingga tiga tahun terakhir, kita melihat Jepang mulai bangkit menyadari potensi besar dari pengembangan ini,” tambahnya dalam wawancara dengan AFP, dilansir Rabu (20/11/2024).
Baru-baru ini, investor teknologi Jepang SoftBank dan raksasa komputasi asal Amerika Serikat Nvidia mengumumkan rencana ambisius membangun "AI grid" di seluruh Jepang. Langkah ini mengikuti serangkaian investasi AS sebelumnya, termasuk dari Microsoft, mitra pembuat ChatGPT, OpenAI.
Menurut Seth Hays, penulis Asia AI Policy Monitor, otomatisasi berbasis AI sangat potensial membantu Jepang menghadapi tantangan demografisnya. “Secara demografis, Jepang akan menghadapi tekanan berat, sehingga mereka harus memanfaatkan AI untuk meningkatkan produktivitas yang dapat menjaga keberlangsungan negara,” ujarnya.
Sumber: AFP
News Recomendation
Loading latest news.....