Sebagai Ketua D-8, Indonesia Gelar Diskusi Libatkan Pemuda di Surabaya

  • 04 Jun 2026 21:35 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • 150 mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi mengikuti diskusi pendahuluan “D-8 Youth Dialogue”, Rabu, 3 Juni 2026, di Surabaya, Jawa Timur.
  • Kegiatan ini menjadi salah satu capaian keketuaan Indonesia di D-8 periode 2026-2027.
  • Adapun, diskusi panel menghadirkan narasumber dari Duta Besar Azerbaijan untuk Indonesia Ramil A. Rzayev, Unair, ITB dan Kemlu.

RRI.CO.ID, Surabaya - 150 mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi mengikuti diskusi pendahuluan “D-8 Youth Dialogue”, Rabu, 3 Juni 2026, di Surabaya, Jawa Timur. Dialog yang mengusung tema “Menghadapi Ketidakpastian, Membangun Ketahanan” merupakan kerja sama Kementerian Luar Negeri dengan Universitas Airlangga (Unair).

Rangkaian kegiatan D-8 Youth Dialogue merefleksikan aksi kolektif yang bersifat pribadi dan didorong oleh generasi muda. Keketuaan Indonesia menjadi momentum penguatan solidaritas dan integrasi pro pembangunan stabilitas kawasan dan kemakmuran masyarakat dunia.

Kegiatan ini menjadi salah satu capaian keketuaan Indonesia di D-8 periode 2026-2027. Diskusi berfokus pada dua dari lima isu prioritas keketuaan D-8 Indonesia, yaitu “Ketahanan Energi di Tengah Ketidakpastian Global” dan “Ketahanan Pangan di Masa Krisis”.

150 mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi mengikuti diskusi pendahuluan “D-8 Youth Dialogue”, Rabu, 3 Juni 2026, di Surabaya, Jawa Timur (Foto: Dokumentasi/ Kemlu RI)

Walaupun terdapat penundaan pelaksanaan KTT, Indonesia tetap berkomitmen memperkuat kerja sama D-8 melalui penyelenggaraan kegiatan yang membahas tantangan bersama. Demikian kata Dirjen Informasi dan Diplomasi Publik Kemlu RI, Heru H. Subolo, dalam kegiatan tersebut.

Heru mengatakan, dengan mengedepankan aksi kolaboratif antara pemerintah, sivitas akademika, dan para ahli. Ia meyakini kemitraan second track akan memperkaya perspektif, rekomendasi, dan solusi yang inovatif dan inklusif.

Sementara, di tengah fragmentasi tatanan global, rivalitas kekuatan besar, dan meningkatnya proteksionisme, D-8 memiliki karakter unik sebagai aliansi lintas kawasan Global South. Hal ini disampaikan Deputi II Bidang Polugri Kemenkopolkam, Muhammad K. Koba pada kesempatan yang sama.

Menurutnya, karakter ini menjadikan D-8 berpotensi sebagai kelompok kekuatan menengah yang mampu menjadi penyeimbang di tengah rivalitas global. Adapun, diskusi panel menghadirkan narasumber dari Duta Besar Azerbaijan untuk Indonesia Ramil A. Rzayev, Unair, ITB dan Kementerian Luar Negeri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....