Inovasi Energi Terbarukan Karya Mahasiswa ITS Tembus Kompetisi Global di AS

  • 11 Mei 2026 18:12 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • TERANGIN menembus jajaran Top 6 dan meraih peringkat ke-4 dalam Fowler Global Social Innovation Challenge 2026 dan mendapatkan pendanaan sebesar USD 3.000 untuk pengembangan bisnis lebih lanjut

RRI.CO.ID, San Diego - TERANGIN, startup jebolan program Pertamuda Seed & Scale 2025, sukses mencatatkan prestasi gemilang. TERANGIN menembus jajaran Top 6 dan meraih peringkat ke-4 dalam Fowler Global Social Innovation Challenge (Fowler GSIC) 2026.

Ajang bergengsi tersebut berlangsung di University of San Diego, Amerika Serikat, pada 1 dan 2 Mei 2026. Mewakili delegasi Indonesia, TERANGIN yang berasal dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) berhasil menyisihkan 43 finalis dari 10 negara.

TERANGIN menghadirkan solusi berkelanjutan berupa alat perangkap hama tanaman berbasis energi terbarukan yang mengombinasikan kincir angin dan panel surya. Inovasi ini tidak hanya menjadi solusi bagi petani, tetapi juga selaras dengan agenda transisi energi global.

Vice President Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron mengungkapkan, pencapaian ini adalah bukti nyata peran Pertamina dalam membina inovator muda. Sekaligus, membangun ekosistem startup yang kompetitif secara global.

"Keberhasilan TERANGIN di San Diego menjadi validasi bahwa inovasi anak bangsa memiliki standar dunia. Melalui Pertamuda, kami memberikan pendampingan berkelanjutan agar ide kreatif mahasiswa dapat bertransformasi menjadi solusi nyata yang diakui investor internasional,” ujar Baron.

Muhammad Hanif, founder TERANGIN, menyampaikan apresiasinya atas dukungan penuh yang diberikan oleh Pertamina. Khususnya, selama masa persiapan hingga keberangkatan ke Amerika Serikat.

“Kompetisi Fowler GSIC memberikan kami perspektif baru tentang skala industri internasional. Kami berterima kasih kepada tim Pertamina dan Pertamuda yang telah memfasilitasi penuh, mulai dari mentoring intensif hingga pembiayaan kegiatan ini,” tutur Hanif.

Selain TERANGIN, delegasi Indonesia juga diwakili oleh Pe-NOVTRA dari Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS). PENS membawa inovasi alat panen kelapa sawit berbasis self-charging system (piezoelektrik).

Atas pencapaian sebagai peringkat ke-4, TERANGIN berhak atas pendanaan sebesar USD 3.000 untuk pengembangan bisnis lebih lanjut. Partisipasi ini semakin memperkuat posisi Indonesia dalam peta kewirausahaan sosial global serta membuka peluang kolaborasi dengan mitra internasional.

Pertamuda Seed & Scale adalah program Pertamina untuk menjaring dan membina bibit-bibit wirausaha muda di tingkat perguruan tinggi. Memasuki tahun kelima, program ini telah melibatkan lebih dari 14.000 mahasiswa dari ratusan universitas di Indonesia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....