Kemlu RI Respons Kapal Diduga Iran Masuk Perairan Indonesia
- 04 Mei 2026 05:00 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Juru Bicara Kemlu RI Yvonne Mewengkang menyatakan, pemerintah RI mencatat laporan mengenai keberadaan kapal-kapal asing di perairan Indonesia.
- Yvonne mengungkapkan, pemerintah Indonesia tengah melakukan verifikasi lapangan terkait laporan dugaan kapal tanker terkait Iran di perairan Indonesia.
- TankerTrackers.com melaporkan sebuah kapal tanker VLCC kedua, yang terkait dengan Iran memasuki perairan Indonesia dan kapal itu disebut telah memasuki Selat Lombok dan sedang menuju Kepulauan Riau.
RRI.CO.ID, Jakarta - Juru Bicara Kemlu RI Yvonne Mewengkang menyatakan, pemerintah RI mencatat laporan mengenai keberadaan kapal-kapal asing di perairan Indonesia. Pernyataan itu dikeluarkan menyusul adanya dugaan kapal tanker minyak mentah berukuran sangat besar (VLCC) kedua, yang terkait dengan Iran memasuki perairan Indonesia.
Yvonne menegaskan, aturan navigasi di perairan manapun termasuk Indonesia, tunduk pada UNCLOS 1982 yang menghormati segala macam rezim lintas di masing-masing zona maritim. Ia mengungkapkan, pemerintah Indonesia tengah melakukan verifikasi lapangan terkait laporan dugaan kapal tanker terkait Iran di perairan Indonesia.
“Pemerintah Indonesia tengah melakukan verifikasi lapangan serta terus lakukan koordinasi internal. Dan, memandang bahwa kapal-kapal tersebut melaksanakan hak lintasnya sesuai hukum internasional,” ujar Yvonne dalam pesan tertulis kepada RRI Senin, 4 Mei 2026, malam.
“Kami akan terus memantau situasi ini. Berkomunikasi melalui saluran diplomatik yang tepat.”
Sebelumnya, TankerTrackers.com melaporkan sebuah kapal tanker VLCC kedua, yang terkait dengan Iran memasuki perairan Indonesia. Kapal itu disebut telah memasuki Selat Lombok dan sedang menuju Kepulauan Riau, demikian dilansir Middle East Eye dalam laporannya, Senin, 4 Mei 2026.
Perusahaan layanan intelijen maritim independen itu mengidentifikasi kapal tersebut sebagai DERYA. Serta menyebut, kapal itu telah menghindari Angkatan Laut Amerika Serikat setelah upaya gagal untuk mengirimkan sekitar 1,88 juta barel minyak mentah ke India.
“Kami kemudian melihatnya melanjutkan perjalanan ke selatan setelah itu, pada saat kapal-kapal sejenisnya di daerah tersebut dialihkan kembali ke Iran oleh Angkatan Laut AS. Saat ini kapal tersebut sedang dalam perjalanan menuju titik pertemuan di kepulauan Riau,” tulis TankerTrackers dalam sebuah unggahan di X.
Pembaruan ini menyusul laporan serupa tentang kapal tanker HUGE. TankerTrackers menambahkan beberapa kapal tanker Iran telah mencapai tujuan, dialihkan, atau disita di tengah pembatasan maritim yang sedang berlangsung.
Sementara, penting bagi otoritas Indonesia untuk memastikan setiap kapal yang masuk ke perairan melakukan pelaporan. Kata pakar Hubungan Internasional dari President University, Teuku Rezasyah menanggapi laporan TankerTrakers.com.
“Kalau menurut hemat saya, aturan keluar masuk ke selat itu ada aturannya, yaitu di dalam UN Convention on the Law of the Sea (UNCLOS). Negara-negara yang akan lewat itu harus lapor, mereka harus mengatakan kepada Indonesia berbendara apa, kaptennya siapa, muatannya apa, tujuannya kemana,” ujar Reza saat dihubungi RRI, Senin, 4 Mei 2026, malam melalui sambungan telepon.
“Indonesia jangan sampai kita ini terkesan tidak adil, bahwa dalam kondisi seperti ini. Kalau kapal Iran tersebut lewatnya normal, tidak memuat senjata, dan dia menghargai aturan-aturan yang ada di Indonesia, saya pikir silakan lewat.”
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....