Rektor UIN Jakarta Paparkan Moderasi Beragama di Forum Internasional Wina

  • 29 Apr 2026 22:59 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, Asep Saepudin Jahar, menjadi pembicara dalam forum internasional lintas agama di Wina, Austria.
  • Dalam forum tersebut, Asep memaparkan praktik baik moderasi beragama yang dikembangkan di Indonesia melalui pendekatan pendidikan tinggi.
  • UIN Jakarta mengembangkan pendekatan yang menggabungkan ilmu keislaman dan ilmu umum.

RRI.CO.ID, Wina - Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, Asep Saepudin Jahar, menjadi pembicara dalam forum internasional lintas agama di Wina, Austria. Adapun forum internasional ini berlangsung pada 27 – 30 April 2026.

Dalam forum tersebut, Asep memaparkan praktik baik moderasi beragama yang dikembangkan di Indonesia melalui pendekatan pendidikan tinggi. Asep menjelaskan moderasi beragama di Indonesia tidak berhenti pada tataran konsep, tetapi diimplementasikan melalui sistem pendidikan yang terintegrasi.

Menurutnya, UIN Jakarta mengembangkan pendekatan yang menggabungkan ilmu keislaman dan ilmu umum. “Penguatan moderasi beragama tidak cukup hanya pada tataran normatif, tetapi harus diimplementasikan melalui sistem pendidikan yang mengintegrasikan nilai-nilai keislaman dengan ilmu pengetahuan modern,” ujar Asep, Senin, 27 April 2026.

Asep menambahkan, pendekatan tersebut bertujuan membentuk cara pandang keberagamaan yang inklusif, rasional, dan kontekstual. Sehingga, mampu merespons tantangan masyarakat yang semakin beragam.

Forum yang mempertemukan tokoh agama, akademisi, dan pembuat kebijakan dari berbagai negara itu membahas penguatan harmoni sosial di tengah keberagaman global. Wali Kota Wina, Elke Kahr, selaku tuan rumah, menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menjaga kohesi sosial di masyarakat multikultural.

Para delegasi dari Austria dan negara lain dalam forum tersebut juga menyoroti pentingnya dialog lintas agama dan antarbudaya. Mereka menilai tantangan utama di Eropa saat ini adalah membangun saling pengertian di tengah keragaman identitas keagamaan dan budaya.

Forum tersebut turut menegaskan peran strategis masyarakat sipil, negara, dan institusi pendidikan tinggi dalam menciptakan harmoni sosial. Sinergi ketiganya dinilai penting untuk menjawab dinamika global yang semakin kompleks.

Selain diskusi, pertemuan menghasilkan komitmen awal untuk memperkuat kerja sama antarperguruan tinggi, termasuk melalui riset kolaboratif, konferensi internasional. Serta, program pertukaran dosen dan mahasiswa.

Keikutsertaan Asep Saepudin Jahar dalam forum tersebut menegaskan peran Indonesia. Khususnya, melalui perguruan tinggi keagamaan, dalam mempromosikan nilai-nilai moderasi beragama di tingkat global.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....