Indonesia Kecam Penggunaan Kekerasan ke Negara-negara Berdaulat di Timteng

  • 07 Mar 2026 15:53 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta - Indonesia mengecam terhadap penggunaan kekerasan terhadap negara-negara berdaulat di Timur Tengah (Timteng). Pernyataan ini dikeluarkan Indonesia menyusul serangan Israel dan Amerika Serikat (AS) ke Iran pekan lalu.

“Saya pikir yang terpenting adalah Indonesia benar-benar mengutuk penggunaan kekerasan terhadap negara-negara berdaulat di mana pun. Selalu kami sebutkan adalah kecaman terhadap penggunaan kekerasan terhadap negara-negara berdaulat di Timteng,” kata Direktur Jenderal Asia Pasifik dan Afrika Kemlu RI, Santo Darmosumarto, dalam press briefing, Jumat, 6 Maret 2026 di Ruang Palapa, Kemlu RI, Jakarta.

Santo menyebut, Indonesia selalu menekankan perlunya dialog dan diplomasi, serta penghormatan terhadap hukum internasional, termasuk Piagam PBB. “Jadi, itulah inti dasar dari posisi Indonesia terkait konflik yang terjadi saat ini di Timur Tengah,” ucapnya.

Sedangkan, terkait kesiapan Presiden Prabowo Subianto menjadi mediator dalam penyelesaian perang di Timteng. Hal itu ditegaskan akan terwujud apabila mendapatkan persetujuan dari seluruh pihak yang terlibat konflik.

Namun, Santo memastikan terkait detail kesiapan Presiden Prabowo menjadi “penengah yang jujur” dalam konflik di Timteng masih dalam pembahasan. Indonesia juga disebut secara intensif terus melakukan kontak diplomatik dengan negara-negara yang berkonflik.

“Kami melakukan kontak diplomatik dengan negara-negara ini dan juga untuk mencari tahu bagaimana Indonesia dapat memainkan peran sebagai penengah yang jujur. Tetapi tentu saja yang terpenting adalah kami menaruh harapan kami di sana dengan mengatakan kami siap jika dibutuhkan oleh negara mana pun di Timteng,” ucapnya menekankan.

Direktur Jenderal Asia Pasifik dan Afrika, Santo Darmosumarto (kanan) dan Juru Bicara Kemlu RI, Yvonne Mewengkang (tengah) saat press briefing, Jumat, 6 Maret 2026 di Ruang Palapa, Kemlu RI, Jakarta (Foto: RRI/Retno Mandasari)

Sementara, terkait perang yang terjadi di kawasan Timteng, Indonesia turut menegaskan, tidak mendekati masalah ini dari perspektif apakah harus mengutuk satu pihak. Kata Juru Bicara Kemlu RI, Yvonne Mewengkang dalam kesempatan yang sama.

“Indonesia tidak mendekati masalah ini dari perspektif apakah kita harus mengutuk satu pihak, apakah kita harus mengutuk pihak lain. Prioritas kami saat ini adalah mendorong semua pihak dan mempromosikan diplomasi, karena yang penting pada tahap ini adalah mencegah eskalasi lebih lanjut,” ujarnya.

Yvonne menegaskan, fokus Indonesia saat ini adalah tercapainya deeskalasi dan dialog. Serta, mendorong semua pihak mencari solusi diplomatik untuk mencegah kerugian lebih lanjut dan menjaga stabilitas regional.

Perang di kawasan Timteng yang dimulai dengan serangan Israel dan AS ke Iran pada Sabtu, 28 Februari 2026, hingga saat ini menyebabkan lebih dari 1.300 orang meninggal di Iran. Serangan zionis dan AS juga menyebabkan Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei, anak perempuan, cucu dan dua menantunya tewas dalam serangan Minggu, 1 Maret 2026 di kediamannya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....