PBB Dorong Lebih Banyak Negara Terima Pasien Gaza

  • 03 Feb 2026 16:17 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jenewa — PBB menyerukan agar lebih banyak negara menerima pasien dari Gaza seiring dibukanya kembali perbatasan Rafah antara Gaza dan Mesir. Kantor Koordinasi Urusan Kemanusiaan PBB (OCHA) menekankan bahwa warga sipil harus diperbolehkan meninggalkan wilayahnya secara sukarela.

Mereka juga harus dapat kembali ke wilayahnya dengan aman, sesuai ketentuan hukum internasional. OCHA juga menegaskan pentingnya pasokan kemanusiaan yang memadai masuk ke Gaza, baik melalui Rafah maupun perbatasan lainnya.

Melansir dari Xinhua, Selasa, 3 Februari 2026, saat ini, lebih dari 18.500 pasien menunggu evakuasi medis dari Gaza. Dari jumlah tersebut, 4.000 pasien adalah anak-anak yang membutuhkan perawatan yang tidak tersedia secara lokal.

Opsi paling efektif adalah melanjutkan rujukan pasien ke Tepi Barat dan Yerusalem Timur, sekaligus merehabilitasi fasilitas kesehatan yang rusak. Hingga itu tercapai, OCHA menyerukan agar negara-negara anggota menerima lebih banyak pasien.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) turut mendukung upaya evakuasi medis dari Gaza. Pembukaan terbatas perbatasan Rafah memungkinkan beberapa pasien keluar langsung menuju Mesir.

Sementara itu, pasien lainnya harus melewati perbatasan Kerem Shalom yang dikendalikan Israel. Program Pembangunan PBB (UNDP) siap menyediakan transportasi bus dari perbatasan Rafah menuju Rumah Sakit Nassar di Khan Younis.

Di rumah sakit tersebut, OCHA dan mitranya menyiapkan area penerimaan bagi pasien yang tiba. Area tersebut dilengkapi dengan psikolog, spesialis perlindungan, bahan gizi, materi informasi, dan akses internet untuk memberikan dukungan segera kepada pasien.

Selain itu, fasilitas ini juga membantu pasien mengakses layanan penting sesuai kebutuhan mereka. OCHA tetap khawatir terhadap dampak serangan yang terus berlangsung di Gaza.

Berdasarkan laporan Kementerian Kesehatan Gaza, puluhan warga menjadi korban serangan selama akhir pekan. Lebih dari dua lusin keluarga mengalami kerusakan tempat tinggal akibat serangan yang mengenai sasaran di sekitarnya.

PBB dan mitranya telah menyediakan bahan bangunan darurat dan barang-barang penting lainnya untuk membantu keluarga terdampak. Upaya ini diharapkan mendukung pemulihan serta menjaga keselamatan warga sipil di tengah konflik yang terus berlangsung di Gaza.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....