Tanam Perdana Pasca-Bencana, Aceh Tamiang Adopsi Teknologi Pertanian Modern
- 17 Jul 2026 16:17 WIB
- Lhokseumawe
RRI.CO.ID,Aceh Tamiang — Prokopim: Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang menandai kebangkitan sektor agraria daerah dengan menggelar tanam padi perdana di lokasi rehabilitasi lahan sawah pasca-bencana Kampung Teluk Halban, Kecamatan Bendahara, Kamis 16 Juli 2026.
Langkah pemulihan produktivitas ini mengadopsi sistem mekanisasi terbaru melalui teknik Pertanian Modern - Advanced Agricultural System (PM-AAS) dengan teknik tebar benih langsung menggunakan alat mekanis.
Penerapan teknologi modern ini terintegrasi langsung dengan program intervensi Optimasi Lahan (Oplah) Bencana dari Kementerian Pertanian (Kementan) untuk memulihkan 2.673 hektare sawah yang rusak akibat banjir bandang lumpur November 2025 lalu. Skema pemulihan tersebut dibagi menjadi dua kategori, yakni Oplah sedang berupa rehabilitasi menyeluruh vegetasi tanah seluas 712 hektare dan Oplah ringan seluas 1.900 hektare untuk mempercepat masa tanam.
Wakil Bupati Aceh Tamiang, Ismail, SE.I, menegaskan, penerapan efisiensi teknologi PM-AAS di lahan pasca-bencana menjadi simbol penting dari pemulihan ekonomi petani lokal secara cepat dan berkelanjutan.
“Tanam perdana ini bukan sekadar memulai musim tanam, melainkan bukti nyata pemanfaatan teknologi untuk mempercepat kebangkitan petani. Melalui sinergi Oplah Bencana dan metode PM-AAS, kita menargetkan kenaikan angka produktivitas hasil panen dari tiap lahan sawah yang ada,” ujar Wabup Ismail.

Upaya modernisasi berskala besar ini menguatkan gerakan pemulihan yang beberapa waktu sebelumnya telah diawali lewat penanaman padi perdana pascabencana di Kampung Bukit Panjang, Karang Baru, yang dipimpin langsung oleh Sekretaris Daerah Aceh, M. Nasir, bersama Bupati Aceh Tamiang, Irjen Pol. (Purn.) Drs. Armia Pahmi, MH.
Pada kesempatan yang sama, Plt. Kepala BRMP Ruminansia Kecil, Muhammad Syawal, yang mewakili Kementerian Pertanian, menyampaikan, penanganan difokuskan penuh pada restorasi struktur tanah. Untuk mendukung kelancaran pasokan air di kawasan lahan rehabilitasi ini, program diselaraskan dengan pompanisasi nasional berupa penyiapan 70 unit irigasi pompa yang disebar ke titik-titik rawan kekeringan, serta bantuan lima unit traktor roda empat guna modernisasi alsintan di tingkat kelompok tani.
Pada penutupnya, Wabup Ismail berharap integrasi teknologi PM-AAS ini mampu mewujudkan ketahanan pangan yang kokoh sekaligus mengembalikan posisi Kabupaten Aceh Tamiang sebagai salah satu lumbung pangan utama di Provinsi Aceh.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....