Langsa Perkuat Sinergi Inflasi dan Digitalisasi Daerah Aceh

  • 08 Jul 2026 00:39 WIB
  •  Lhokseumawe

RRI.CO.ID, Kota Langsa – Pemerintah Kota Langsa dipercaya menjadi tuan rumah High Level Meeting Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dan Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) se-Aceh Tahun 2026. Kegiatan yang berlangsung di Aula Hotel Harmoni, Kota Langsa, Senin (6/7/2026), menjadi momentum penting memperkuat kolaborasi antarpemerintah daerah dalam menjaga stabilitas harga serta mempercepat transformasi digital demi mendorong pertumbuhan ekonomi Aceh.

Kegiatan yang diselenggarakan Pemerintah Aceh bekerja sama dengan Bank Indonesia itu dibuka langsung oleh Sekretaris Daerah Aceh Muhammad Nasir, S.IP., M.P.A. Turut hadir Asisten Perekonomian Pemerintah Aceh Ir. T. Robby Irza, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Aceh Agus Chusaini, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Aceh Agus Andria, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Lhokseumawe Prabu Dewanto, Pimpinan Bank Aceh Cabang Langsa T.M. Andika, perwakilan Perum Bulog, para bupati dan wali kota se-Aceh, pimpinan SKPA, serta jajaran TPID dan TP2DD kabupaten/kota se-Aceh.

Dalam sambutannya, Muhammad Nasir menegaskan bahwa High Level Meeting merupakan forum strategis untuk menyatukan langkah seluruh pemangku kepentingan dalam menghadapi tantangan inflasi sekaligus mempercepat digitalisasi keuangan daerah.

Mengusung tema "Sinergi Pengendalian Inflasi dan Digitalisasi Keuangan untuk Pemulihan Ekonomi Aceh Pasca Bencana", forum tersebut diharapkan mampu menghasilkan langkah-langkah nyata dalam menjaga kestabilan harga kebutuhan pokok, memperkuat ketahanan pangan, serta mempercepat penerapan sistem transaksi digital di seluruh kabupaten dan kota di Aceh.

Menurutnya, pengendalian inflasi tidak hanya dilakukan melalui pemantauan harga, tetapi juga membutuhkan kerja sama antardaerah dalam menjaga kelancaran distribusi barang, memperkuat cadangan pangan, dan memastikan ketersediaan komoditas strategis bagi masyarakat.

Di sisi lain, percepatan digitalisasi melalui Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD), pemanfaatan sistem pembayaran digital, dan perluasan transaksi non-tunai diyakini mampu meningkatkan transparansi, efisiensi, akuntabilitas, serta mengoptimalkan pendapatan daerah.

Sementara itu, Wali Kota Langsa Jeffry Sentana S. Putra, S.E., yang diwakili Sekretaris Daerah Kota Langsa Dra. Suhartini, M.Pd., menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Aceh dan Bank Indonesia atas kepercayaan menjadikan Kota Langsa sebagai tuan rumah pertemuan tersebut.

Menurut Suhartini, Pemerintah Kota Langsa berkomitmen mendukung berbagai program pengendalian inflasi melalui pemantauan harga kebutuhan pokok, pelaksanaan Gerakan Pangan Murah, operasi pasar, penguatan ketahanan pangan, hingga memastikan distribusi barang berjalan lancar agar masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang terjangkau.

Selain itu, Pemko Langsa juga terus mempercepat digitalisasi layanan pemerintahan melalui penerapan ETPD, digitalisasi pelayanan publik, serta optimalisasi pembayaran pajak dan retribusi daerah secara elektronik guna meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Upaya tersebut membuahkan hasil membanggakan. Pemerintah Kota Langsa berhasil meraih penghargaan sebagai Kota Terbaik I Pengendalian Inflasi Tahun 2026 Tingkat Sumatera dari Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia.

"Penghargaan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus memperkuat sinergi dalam menjaga stabilitas harga dan meningkatkan pelayanan publik melalui digitalisasi," ujar Suhartini.

Melalui High Level Meeting TPID dan TP2DD se-Aceh Tahun 2026 ini, diharapkan terbangun komitmen bersama antara pemerintah daerah, Bank Indonesia, BPS, dunia usaha, dan seluruh pemangku kepentingan untuk menjaga inflasi tetap terkendali, mempercepat digitalisasi keuangan daerah, serta mendorong pertumbuhan ekonomi Aceh yang lebih maju, tangguh, dan berkelanjutan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....