Pasokan Aman, Disperindagkop UKM Kobar Sebut Harga Bapok Pekan Kedua Juli Stabil
- 15 Jul 2026 05:13 WIB
- Palangkaraya
RRI.CO.ID, Pangkalan Bun - Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (Disperindagkop UKM) Kabupaten Kotawaringin Barat merilis hasil analisis perkembangan harga barang pokok untuk periode pekan kedua Juli 2026, Senin, 13 Juli 2026. Secara umum, mayoritas harga komoditas pangan di pasaran masih terpantau stabil dan kondusif meskipun ada fluktuasi kecil pada beberapa barang tertentu.
Plt. Kabid Perdagangan Disperindagkop UKM Kobar, Muhammad Suhendra, menjelaskan bahwa ketersediaan pasokan kebutuhan dasar di tingkat distributor maupun pedagang eceran saat ini masih sangat aman. Pengawasan intensif terus dilakukan ke sejumlah pasar tradisional guna mengantisipasi lonjakan harga yang tidak wajar di luar batas kewajaran.
"Secara umum harga barang pokok masih stabil. Perubahan yang terjadi hanya pada beberapa komoditas tertentu, seperti daging ayam ras, beras, bawang merah, dan kacang kedelai. Kami akan terus melakukan pemantauan secara berkala agar stabilitas harga dan ketersediaan pasokan tetap terjaga," kata Muhammad Suhendra.
Berdasarkan data pemantauan harian, harga komoditas daging ayam ras mengalami kenaikan tipis dari Rp44 ribu menjadi Rp45 ribu per kilogram di akhir pekan. Sebaliknya, harga kacang kedelai justru menunjukkan tren positif dengan mengalami penurunan dari Rp16 ribu menjadi Rp15 ribu per kilogram.
Sementara itu, kelompok bumbu dapur seperti cabai terpantau tidak mengalami pergerakan harga yang berarti di pasaran. Cabai merah besar dan cabai merah keriting stabil pada harga Rp70 ribu per kilogram, sedangkan bawang putih bertahan di angka Rp45 ribu per kilogram.
Bila membandingkan rata-rata harga mingguan, kenaikan tipis di antaranya terjadi pada beras merek Lembu dan Lahap masing-masing sebesar 1,39 persen akibat dinamika distribusi. Di sisi lain, harga rata-rata bawang merah justru mencatatkan penurunan sebesar 3,85 persen dibandingkan dengan pekan sebelumnya.
Disperindagkop UKM Kobar menegaskan komitmennya untuk terus melakukan monitoring berkala dan memperkuat komunikasi bersama para agen serta pelaku usaha lokal. Langkah sinergis ini diharapkan mampu menjamin daya beli masyarakat tetap terjaga dan rantai pasokan logistik pangan di Kotawaringin Barat berjalan lancar.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....