Rombongan ini disambut Wakil Direktur RSUD MM Dunda, Ulfa Domili, bersama jajaran manajemen. Dalam peninjauan tersebut, rombongan melihat secara langsung ruang layanan endoskopi, mengevaluasi kelengkapan peralatan medis, meninjau alur pelayanan pasien, serta memastikan penerapan standar operasional prosedur (SOP) telah berjalan sesuai ketentuan.
Sementara itu, Ketua PB PGI Ari Fahrial Syam menjelaskan bahwa kunjungan tersebut merupakan bagian dari program penguatan jejaring layanan gastroenterologi nasional yang menyasar rumah sakit di berbagai daerah. Menurutnya, evaluasi difokuskan pada tiga aspek utama, yakni kesiapan sarana dan prasarana, kompetensi sumber daya manusia, serta sistem pelayanan yang diterapkan.
“Kami mengevaluasi tiga pilar utama, yaitu alat, SDM, dan sistem pelayanan. Dari hasil peninjauan awal, RSUD Dr. M.M. Dunda telah memiliki fondasi yang baik. Selanjutnya, PB PGI akan memberikan rekomendasi teknis serta pendampingan melalui pelatihan lanjutan bagi tenaga medis agar kualitas layanan semakin optimal,” jelas Ari.
Wakil Direktur RSUD MM Dunda Ulfa Domili menyampaikan apresiasi atas perhatian dan dukungan PB PGI bersama Dinkes P2KB Provinsi Gorontalo serta Dinas Kesehatan Kabupaten Gorontalo dalam pengembangan layanan endoskopi di rumah sakit tersebut.
“Masukan dari PB PGI dan dukungan dari Dinas Kesehatan Provinsi maupun Kabupaten Gorontalo menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan. Komitmen kami adalah menghadirkan layanan endoskopi yang berkualitas sehingga masyarakat Gorontalo tidak perlu lagi berobat ke luar daerah untuk mendapatkan penanganan penyakit saluran cerna,” ungkapnya.
Kunjungan ini menjadi bagian dari komitmen bersama dalam memperkuat layanan gastroenterohepatologi di Gorontalo, sejalan dengan upaya Pemerintah Provinsi Gorontalo meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan rujukan. Melalui sinergi antara PB PGI, pemerintah daerah, dan rumah sakit, diharapkan layanan endoskopi di RSUD Dr. M.M. Dunda semakin berkembang sehingga deteksi dini, diagnosis, dan penanganan penyakit saluran cerna dapat dilakukan lebih cepat, tepat, dan berkualitas bagi masyarakat. (mcgorontaloprov/ilb/md)