Dari 18,9 Persen ke 57,32 Persen, Malra Genjot Program Pangan Aman

  • 11 Jul 2026 16:04 WIB
  •  Tual

RRI.CO.ID, Langgur – Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara terus mempercepat pelaksanaan Program Pangan Aman 2026 setelah capaian daerah meningkat signifikan dari 18,9 persen menjadi 57,32 persen. Peningkatan tersebut menjadi modal penting bagi daerah untuk mengejar target penilaian yang masih berlangsung hingga akhir Juli 2026.

Perkembangan itu disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah Kabupaten Maluku Tenggara, Rasyid, saat memimpin Rapat Tim Koordinasi Pembinaan dan Pengawasan Obat dan Makanan (TKP POM) di Ruang Rapat Kantor Bupati Maluku Tenggara, Rabu (8/7/2026). Rapat tersebut dihadiri OPD dan instansi terkait yang terlibat dalam pelaksanaan program pangan aman.

Rasyid mengatakan hasil penilaian yang dirilis Balai POM di Ambon pada 3 Juli 2026 menunjukkan Maluku Tenggara masih berada di posisi terbawah dengan capaian 18,9 persen. Namun, berbagai langkah percepatan yang dilakukan pemerintah daerah berhasil meningkatkan capaian menjadi 57,32 persen dalam waktu singkat.

"Pada Kegiatan Penilaian Pangan Aman Tahun 2026 yang dirilis tanggal 3 Juli 2026 oleh Balai POM di Ambon, Maluku Tenggara menduduki peringkat paling akhir dengan poin 18,9 persen. Setelah dilakukan upaya-upaya oleh pemerintah daerah, poin saat ini naik menjadi 57,32 persen," kata Rasyid.

Menurutnya, peningkatan tersebut menunjukkan adanya komitmen bersama dari seluruh pemangku kepentingan untuk memperbaiki sistem pengawasan pangan di daerah. Meski demikian, capaian yang ada saat ini masih perlu terus ditingkatkan agar target yang ditetapkan dapat tercapai.

Rapat koordinasi tersebut juga menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi lintas sektor dalam mewujudkan pangan yang aman dan bermutu bagi masyarakat. Pemerintah daerah menilai keamanan pangan memiliki kaitan erat dengan peningkatan derajat kesehatan masyarakat.

"Kegiatan ini juga menandai langkah nyata Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara dalam memperkuat strategi antar sektor demi terciptanya pangan aman, bermutu, dan mampu mendukung peningkatan derajat kesehatan masyarakat," ujarnya.

Rasyid meminta seluruh organisasi perangkat daerah yang terlibat agar lebih aktif menjalankan tugas sesuai indikator yang telah ditetapkan. Ia menekankan pentingnya percepatan penginputan data sebagai salah satu faktor penentu keberhasilan penilaian.

"Saya berharap melalui kesempatan ini dukungan dari semua OPD terkait untuk memperhatikan penginputan pada TURS dan RTR sebagaimana target yang akan berakhir pada akhir Juli 2026," katanya.

Ia menambahkan pelaksanaan Program Pangan Aman 2026 masih akan berlangsung hingga akhir bulan ini dan berlanjut pada tahun mendatang. Karena itu, kolaborasi seluruh pihak perlu terus diperkuat agar hasil yang dicapai dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Melalui pengawasan yang lebih baik terhadap obat dan makanan, Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara berharap kualitas pangan yang beredar di masyarakat semakin terjamin. Langkah tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya menciptakan lingkungan yang sehat dan mendukung peningkatan kualitas hidup masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....