BPBD Gorontalo Tanamkan Budaya Siaga Bencana di SMA 1 Gorontalo

  • 10 Jul 2026 01:15 WIB
  •  Gorontalo

RRI.CO.ID, Gorontalo - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Gorontalo terus memperkuat kesiapsiagaan masyarakat, khususnya di lingkungan pendidikan melalui kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).

BPBD memberikan materi edukasi dan simulasi kebencanaan di SMA Negeri 1 Gorontalo, para siswa dibekali pengetahuan serta keterampilan dasar dalam menghadapi situasi darurat, Kamis , 9 Juli 2026.

Kegiatan tersebut menghadirkan Analis Kebencanaan BPBD Provinsi Gorontalo, Moh. Tahir Laendeng, sebagai pemateri. Dalam penyampaiannya, ia menjelaskan pentingnya pemahaman mitigasi bencana sejak dini agar para siswa mampu mengambil langkah yang tepat ketika menghadapi ancaman bencana.

Moh. Tahir Laendeng mengatakan, sekolah merupakan salah satu ruang penting untuk membangun budaya sadar bencana. Selain menjadi tempat belajar, sekolah juga harus menjadi lingkungan yang aman dan siap menghadapi berbagai kemungkinan kejadian darurat.

“Edukasi kebencanaan sangat penting diberikan kepada siswa. Mereka perlu mengetahui apa yang harus dilakukan sebelum, saat, dan setelah terjadi bencana. Dengan pengetahuan yang baik, kepanikan dapat diminimalkan dan keselamatan dapat lebih diutamakan,” ujar Moh. Tahir Laendeng.

Dalam kegiatan tersebut, siswa menerima materi mengenai berbagai jenis bencana yang berpotensi terjadi di daerah, seperti gempa bumi, banjir, cuaca ekstrem, kebakaran, serta bencana nonalam. Materi juga mencakup langkah-langkah evakuasi, pengenalan titik kumpul, jalur penyelamatan, hingga pentingnya komunikasi dalam kondisi darurat.

Tidak hanya menerima materi di dalam ruangan, para siswa juga mengikuti simulasi kebencanaan sebagai bentuk praktik langsung. Melalui simulasi tersebut, siswa diarahkan untuk tetap tenang, melindungi diri, mengikuti jalur evakuasi, serta menuju titik kumpul yang telah ditentukan.

Antusiasme siswa terlihat selama kegiatan berlangsung. Mereka aktif mengikuti arahan pemateri dan memahami bahwa kesiapsiagaan bukan hanya menjadi tugas pemerintah atau petugas kebencanaan, melainkan tanggung jawab bersama seluruh warga sekolah.

BPBD Provinsi Gorontalo berharap kegiatan edukasi dan simulasi kebencanaan ini dapat memperkuat kesiapan siswa SMA Negeri 1 Gorontalo dalam menghadapi potensi bencana. Selain itu, kegiatan tersebut diharapkan mampu menumbuhkan budaya siaga bencana yang dapat diterapkan di sekolah, keluarga, maupun lingkungan masyarakat. (mcgorontaloprov/ppid)

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....