Pasokan Gabah Turun, Pemkot Tanjungbalai Monitoring Kilang Padi

  • 06 Jul 2026 22:52 WIB
  •  Medan

RRI.CO.ID, Medan - Pemerintah Kota Tanjungbalai bersama Satgas Pangan melakukan monitoring ke dua kilang padi di Kabupaten Asahan untuk menelusuri penyebab kelangkaan beras. Hasil pemantauan menunjukkan berkurangnya pasokan gabah menjadi faktor utama menurunnya produksi beras.

Monitoring dilakukan pada Senin, 6 Juli 2026. Tim mendatangi Kilang Padi PT Jampalan Baru dan Kilang Padi AA yang selama ini menjadi pemasok berbagai merek beras premium di Kota Tanjungbalai.

Dalam pemantauan tersebut, tim mendapati sejumlah merek beras premium seperti AA dan Cap Jeruk mulai sulit ditemukan di pasaran. Kondisi itu dipicu menurunnya produksi akibat terbatasnya ketersediaan gabah dari petani di Sumatera Utara.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setdako Tanjungbalai, Tajul Abrar, mengatakan pemerintah telah berkoordinasi dengan para pemilik kilang padi. Pemkot Tanjungbalai akan terus melakukan monitoring sekaligus mencari solusi untuk mengatasi kelangkaan pasokan beras di daerah.

"Memang masalahnya ada di petani. Kami akan terus melakukan monitoring dan mencari solusi terhadap permasalahan ini," katanya.

Management Representative PT Jampalan Baru, Khairani, menjelaskan produksi perusahaan memang mengalami penurunan. Berkurangnya gabah dari petani membuat kapasitas produksi tidak dapat dipertahankan seperti sebelumnya.

"Memang produksi kami berkurang. Hanya saja saya tidak tahu berapa persen berkurangnya karena manajer produksi sedang tidak berada di sini," katanya.

Kondisi serupa juga terjadi di Kilang Padi AA. Pemilik kilang, Ahun, mengungkapkan produksi turun hingga sekitar 80 persen dibandingkan tahun-tahun sebelumnya akibat sulit memperoleh gabah.

"Sebulan ini hancur, gabah tidak ada. Saat panen raya kami tidak berani membeli banyak karena harga sudah tinggi. Ternyata sekarang gabah semakin sulit didapat," ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....