Mahasiswa FMIPA UHO 2026 KKL di Wakatobi
- 29 Jun 2026 21:13 WIB
- Kendari
RRI.CO.ID, Kendari - Pemerintah Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara (Sultra) secara resmi menerima sebanyak 75 mahasiswa Kuliah Kerja Lapangan (KKL) II Studio Analisis Geospasial dan Geografi Tanah Jurusan Geografi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Halu Oleo Tahun Ajaran 2025/2026.
Wakil Bupati Wakatobi Safia Wualo mengaku bangga atas dipilihnya Kabupaten Wakatobi sebagai lokasi pelaksanaan KKL mahasiswa Jurusan Geografi FMIPA Universitas Halu Oleo.
“Selamat datang di Wakatobi, surga nyata di jantung segitiga terumbu karang dunia. Atas nama Pemerintah Daerah dan seluruh masyarakat Kabupaten Wakatobi, kami menerima kehadiran adik-adik mahasiswa dengan tangan terbuka dan rasa bangga yang luar biasa,” ujarnya.
"Wakatobi bukan hanya destinasi wisata dunia, tetapi juga merupakan laboratorium alam yang kaya akan potensi penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan, khususnya di bidang geografi dan geospasial," jelasnya.
Safia Wualo menyampaikan, terdapat dua fokus utama dalam kegiatan ilmiah mahasiswa kali ini, yakni Studio Analisis Geospasial dan Geografi Tanah. Pemerintah daerah menilai pendekatan geospasial sangat penting dalam mendukung perencanaan wilayah, zonasi kawasan konservasi, hingga mitigasi dampak perubahan iklim di Wakatobi.
Selain itu, kata Safia Wualo, karakteristik tanah di wilayah kepulauan karst seperti Wakatobi dinilai memiliki tantangan tersendiri, terutama berkaitan dengan ketersediaan air tanah dan kesuburan lahan untuk mendukung ketahanan pangan masyarakat.
“Kami berharap riset dan analisis yang dilakukan mahasiswa selama berada di lapangan tidak hanya menjadi syarat akademik semata, tetapi juga mampu melahirkan rekomendasi ilmiah yang nyata bagi pembangunan berkelanjutan di Kabupaten Wakatobi,” harapnya.
Safia Wualo juga mengajak seluruh mahasiswa untuk memanfaatkan kesempatan tersebut sebagai sarana belajar langsung dari kondisi alam dan kehidupan masyarakat Wakatobi, termasuk memahami kearifan lokal dalam menjaga keseimbangan lingkungan.
Pemerintah Kabupaten Wakatobi, lanjutnya, siap mendukung penuh pelaksanaan kegiatan KKL dengan membantu penyediaan data maupun akses lapangan yang dibutuhkan mahasiswa selama proses penelitian berlangsung.
“Kepada adik-adik mahasiswa, selamat ber-KKL, jaga keselamatan, kesehatan dan jaga nama baik almamater, serta nikmati keramahan masyarakat, juga keindahan Wakatobi,” tuturnya.
Safia Wualo berharap kolaborasi akademik yang produktif antara Universitas Halu Oleo dan Pemerintah Kabupaten Wakatobi dalam mendukung pembangunan daerah berbasis riset dan ilmu pengetahuan.
Lurah Wanci La Ode Muriadin mengapresiasi pihak Universitas Halu Oleo yang telah menjadikan Kelurahan Wanci sebagai destinasi pelaksanaan KKL. Mantan jurnalis Kominfo itu juga berharap, mahasiswa KKL dapat memberikan implikasi positif bagi masyarakat Kabupaten Wakatobi, khususnya masyarakat Kelurahan Wanci.
“Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada pihak Universitas Halu Oleo yang telah memilih Kelurahan Wanci sebagai lokasi KKL. Semoga ke depan kegiatan ini membawa dampak positif dan manfaat nyata bagi masyarakat Wakatobi, khususnya di Kelurahan Wanci,” ujarnya di Wangiwangi Senin 29 Juni 2026.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....