Gus Irawan Serukan Tiga Perang Besar: Lawan Narkoba, Rentenir, dan Kemiskinan

  • 27 Jun 2026 17:38 WIB
  •  Medan

RRI.CO.ID, Tapanuli Selatan- Pengajian Bulanan Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) Kecamatan Batang Angkola yang digelar di Desa Sorimadingin, Kecamatan Batang Angkola, pada Jumat, 26 Juni 2026.

Bupati Tapanuli Selatan, Gus Irawan Pasaribu yang menghadiri kegiatan ini mengajak seluruh jamaah BKMT dan masyarakat Tapanuli Selatan untuk bersatu dalam tiga gerakan besar, yakni perang melawan narkoba, perang melawan rentenir, dan perang melawan kemiskinan.

Menurut Gus Irawan, penyalahgunaan narkoba dan maraknya praktik judi online menjadi ancaman serius bagi generasi muda. Oleh karena itu, pengajian dan kegiatan keagamaan harus terus diperkuat sebagai benteng moral masyarakat.

“Saya mengajak seluruh masyarakat Tapanuli Selatan, khususnya keluarga besar BKMT, untuk berada dalam satu barisan pasukan yang berjuang melawan narkoba. Pengajian seperti ini sangat penting untuk membentengi anak-anak dan generasi muda kita dari berbagai penyakit sosial,” ujarnya.

Selain itu, Gus Irawan juga menyoroti keberadaan rentenir dan lembaga pinjaman berbunga tinggi yang banyak menjerat masyarakat. Ia mengungkapkan bahwa hampir 30 ribu keluarga di Tapanuli Selatan menjadi korban pinjaman berbunga tinggi yang pada akhirnya memperberat beban ekonomi rumah tangga.

Untuk membantu masyarakat keluar dari jeratan tersebut, Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan telah menjalin kerja sama dengan Bank Sumut melalui program pembiayaan yang lebih ringan dan terjangkau.

“Kami ingin membebaskan masyarakat dari jeratan rentenir. Melalui Bank Sumut, masyarakat bisa mendapatkan akses pembiayaan yang lebih sehat dan tidak memberatkan,” ucap Gus Irawan.

Pada kesempatan itu, Gus Irawan juga memaparkan berbagai program pemberdayaan ekonomi yang sedang dijalankan Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan, salah satunya melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) Berkah dengan bunga nol persen bagi daerah bencana. Ia menjelaskan bahwa program tersebut diarahkan untuk mendukung sektor produktif seperti pertanian, peternakan, dan perikanan guna meningkatkan pendapatan masyarakat.

Salah satu program unggulan yang tengah didorong adalah pengembangan budidaya jagung melalui Gerakan 10.000 Hektare Jagung. Program ini didukung dengan jaminan pemasaran hasil panen melalui kerja sama dengan perusahaan pakan ternak nasional dan BUMD Kabupaten Tapanuli Selatan. “Tidak boleh ada lagi alasan karena tidak ada modal atau tidak ada pasar. Modal tersedia melalui Bank Sumut dengan bunga nol persen untuk usaha produktif, dan hasil jagung masyarakat juga sudah ada yang menampung,” kata Gus Irawan.

Menurutnya, pemanfaatan lahan-lahan tidur dan tanah yang belum produktif akan menjadi salah satu solusi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus mempercepat kebangkitan ekonomi pascabencana.

Di akhir sambutannya, Gus Irawan berharap kegiatan pengajian BKMT terus berkembang dan semakin banyak melibatkan masyarakat karena selain meningkatkan keimanan dan ketakwaan, juga menjadi sarana mempererat ukhuwah Islamiyah serta menyebarluaskan informasi pembangunan kepada masyarakat.

“Mudah-mudahan pengajian seperti ini terus berkembang, semakin banyak pesertanya, menambah wawasan keagamaan kita, memperkuat iman dan takwa, serta menjadi jalan bagi masyarakat Tapanuli Selatan menuju kehidupan yang lebih sejahtera,” ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....