Dishub Provinsi Gorontalo Terapan Metode Penjemputan Jemaah Haji Secara Efisien

  • 27 Jun 2026 00:44 WIB
  •  Gorontalo

RRI CO.Id, Gorontalo - Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Gorontalo sukses menerapkan sistem penjemputan door-to-door dari apron bandara, di mana alur pergerakan jemaah diatur langsung dari titik turun pesawat untuk langsung naik ke dalam armada bus yang telah bersiaga.

Proses ini diestimasi dengan waktu proses pemindahan memakan waktu sekitar 45 menit.

Proses ini merupakan bentuk fasilitasi teknis di lapangan. Untuk itu Dinas Perhubungan mengerahkan armada bus penjemputan yang disesuaikan secara proporsional dengan jumlah rombongan pada masing-masing kloter keberangkatan.

"Untuk proses mobilisasi Kloter 28 yang merupakan rombongan terbesar dengan total 413 orang, yang terdiri dari 385 jemaah dan 8 petugas dan 20 pendamping pada tiap bus yang membantu jamaah, yang tiba dengan dua kloter penerbangan malam, kami mengerahkan secara maksimal armada sebanyak 20 unit bus. Alhamdulillah semua berjalan lancar," kata Sagita Wartabone Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Gorontalo, Jumat, 26 Juni 2026.

Sedangkan untuk proses pemulangan Kloter 30 pada sore hari yang mengangkut jumlah orang lebih sedikit, yakni 230 orang (terdiri dari 213 jemaah dan 5 petugas dan 12 orang Pendamping Bus yang membantu jamaah), Dishub menyiagakan armada sebanyak 12 unit bus guna menjemput dan mengawal jemaah.

Seluruh armada bus kemudian bergerak membawa jemaah dari Bandara Jalaludin langsung menuju Mess Haji Provinsi Gorontalo untuk mengikuti tahapan penerimaan jemaah haji.

Kegiatan pemulangan dan pelayanan transportasi angkutan darat Jemaah Haji Embarkasi Antara Provinsi Gorontalo Tahun 1447 H/2026 M dari area bandara menuju Mess Haji Gorontalo ini memfasilitasi 611 orang, yang mencakup 598 Jemaah Haji dan 13 Petugas Kloter yang terbagi dalam rombongan Kloter 28 dan Kloter 30.

Pemulangan berlangsung dalam dua periode ketibaan, yaitu Kloter 28 yang tiba di Gorontalo pada 21 Juni 2026 dan Kloter 30 yang tiba pada 23 Juni 2026 lalu.

Pengaturan jadwal transportasi ini disusun secara sistematis untuk meminimalisasi kelelahan fisik jemaah setelah menempuh perjalanan udara yang panjang, termasuk untuk mengelola secara tepat waktu istirahat transit jemaah di Bandar Udara Sultan Hasanuddin Makassar yang berdurasi selama 5 jam dan dilanjutkan dengan penerbangan menuju Gorontalo melalui Bandara Jalaludin.

Sebelumnya, selama persiapan armada bus diatur secara rinci agar alokasi waktu perpindahan jemaah menjadi sangat efisien, mencegah terjadinya penumpukan penumpang, dan memastikan ketibaan jemaah dari Bandara Jalaludin ke Mess Haji Provinsi Gorontalo sesuai dengan jadwal.

Kesiapan skema darat ini juga diwajibkan agar prosesi penerimaan resmi oleh Pemerintah Daerah Provinsi Gorontalo yang bertujuan dapat terlaksana dengan tertib, aman, dan lancar setibanya jemaah di lokasi tujuan akhir. (mcgorontaloprov/rini)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....