DKP Provinsi Gorontalo Perkuat Hilirisasi dan Daya Saing Ekspor Tuna
- 18 Jul 2026 10:26 WIB
- Gorontalo
RRI.CO.ID, Gorontalo - Dalam rangkaian kunjungan kerja ke Pangkalan Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Bitung, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Gorontalo melakukan kunjungan ke PT Benteng Laut Sejahtera (BLS) salah satu perusahaan eksportir produk tuna yang memasok pasar Amerika Serikat.
Kunjungan tersebut bertujuan untuk memperoleh gambaran mengenai rantai pasok bahan baku tuna asal Gorontalo sekaligus menjajaki peluang penguatan kerja sama antara pemerintah daerah dengan pelaku industri pengolahan dan ekspor hasil perikanan.
Kepala DKP Provinsi Gorontalo, Aryanto Husain, menyampaikan bahwa berdasarkan hasil diskusi dengan manajemen PT BLS, selama kurang lebih dua tahun terakhir sekitar 30 persen bahan baku tuna yang diekspor perusahaan ke Amerika Serikat berasal dari Provinsi Gorontalo.
"Informasi yang kami peroleh dari pihak PT BLS menunjukkan bahwa kontribusi Gorontalo terhadap pasokan bahan baku tuna cukup besar. Bahkan, mereka menyampaikan bahwa tuna asal Gorontalo memiliki kualitas yang sangat baik dengan ukuran rata-rata berkisar antara 30 hingga 70 kilogram per ekor. Hal ini menjadi potensi yang harus terus kita jaga dan tingkatkan," ujar Aryanto, Jumat, 17 Juli 2026.
Lebih lanjut, Aryanto menjelaskan bahwa untuk menjamin kontinuitas pasokan bahan baku, PT BLS telah menjalin kerja sama dengan sejumlah Unit Pengolahan Ikan (UPI) atau mini plant yang berada di Provinsi Gorontalo.
Kemitraan tersebut tidak hanya berfokus pada penyediaan bahan baku, tetapi juga mencakup pendampingan kepada nelayan penangkap tuna, termasuk fasilitasi dalam pengurusan perizinan penangkapan ikan sehingga aktivitas usaha dapat berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.
Dalam pertemuan tersebut, pihak PT BLS juga menyampaikan harapan agar pemerintah terus memberikan dukungan kepada nelayan, khususnya melalui bantuan sarana dan prasarana penangkapan tuna yang lebih modern.
Menurut pihak perusahaan, peningkatan kapasitas armada penangkapan, baik melalui penambahan ukuran kapal maupun modernisasi kapal perikanan, akan memungkinkan nelayan menjangkau daerah penangkapan yang lebih jauh, meningkatkan produktivitas, serta menghasilkan tangkapan dengan kualitas yang mampu memenuhi standar pasar ekspor.
Menanggapi hal tersebut, Aryanto menegaskan bahwa masukan dari dunia usaha akan menjadi perhatian Pemerintah Provinsi Gorontalo dalam menyusun program pengembangan perikanan tangkap ke depan.
"Sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, UPI, dan nelayan menjadi kunci dalam memperkuat daya saing perikanan Gorontalo. Dengan dukungan sarana yang memadai serta peningkatan kapasitas nelayan, kita optimistis komoditas tuna Gorontalo akan semakin mampu bersaing di pasar internasional dan memberikan nilai tambah bagi kesejahteraan masyarakat pesisir," tutupnya. (mcgorontaloprov/yanto)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....