Pemkab Aceh Besar Peringati Hari Lahir Pancasila

  • 01 Jun 2026 21:58 WIB
  •  Banda Aceh

RRI.CO.ID, Aceh Besar - Pemerintah Kabupaten Aceh Besar, memperingati Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 di halaman Kantor Bupati Aceh Besar, Kota Jantho, pada Senin, 1 Juni 2026. Adapun Inspektur Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila tahun 2026 tersebut Ketua DPRK Aceh Besar, Abdul Muchti dan Perwira Upacara Asisten I Sekdakab Aceh Besar, Farhan. Upacara tersebut juga dihadiri para Purna Paskibraka Aceh Besar tahun 2025.

Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila Republik Indonesia, Yudian Wahyudi dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Ketua DPRK Aceh Besar Abdul Muchti mengatakan, tema yang diusung dalam peringatan Hari Lahir Pancasila tahun 2026 adalah “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia”.

Tema ini mempertegas bahwa nilai nilai luhur Pancasila tidak hanya relevan untuk menjaga keutuhan bangsa Indonesia, namun demikian juga menjadi jawaban terciptanya perdamaian dunia yang abadi. Pancasila adalah “bintang penuntun” yang telah membuktikan ketangguhannya. Di tengah dunia yang diwarnai ketidakpastian dan ancaman fragmentasi, Indonesia tetap berdiri kokoh sebagai contoh nyata bagaimana keberagaman yang terdiri atas lebih dari 17.000 (tujuh belas ribu) pulau dan ratusan etnik dapat disatukan dalam satu ikatan kebangsaan. “Pancasila adalah “jangkar moral” kita dalam menghadapi turbulensi global, mulai dari disrupsi teknologi hingga dinamika geopolitik,” katanya.

Sesuai amanat Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Indonesia memiliki tanggung jawab konstitusional untuk ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial. Pancasila adalah fondasi dari kebijakan luar negeri Indonesia yang bebas aktif. Nilai musyawarah dan mufakat yang kita anut adalah instrumen diplomasi yang sangat dibutuhkan dunia saat ini untuk menjembatani perbedaan dan menghentikan konflik.

“Sebagai bangsa yang besar, Indonesia terus menunjukkan kepemimpinan nyata. Kontribusi pasukan perdamaian Indonesia di bawah bendera Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB), peran Indonesia dalam mediasi konflik regional, serta konsistensi Indonesia dalam menyuarakan keadilan bagi bangsa-bangsa terjajah adalah pengejawantahan dari sila kedua: Kemanusiaan yang Adil dan Beradab. Indonesia ingin dunia melihat bahwa perdamaian bukan sekadar ketiadaan perang, melainkan hadirnya keadilan bagi seluruh umat manusia,” jelasnya.

Untuk itu, ia mengajak seluruh elemen bangsa, terutama generasi muda sebagai penjaga masa depan, untuk menjadikan Pancasila sebagai ideologi yang hidup (living ideology). Kepada para Menteri dan Kepala Daerah, ia menitipkan Pancasila di tangan mereka. Pastikan setiap kebijakan publik yang lahir berlandaskan keadilan sosial memenuhi rasa keadilan publik, menjamin hak-hak masyarakat terkecil, dan tidak membiarkan ada rakyat yang merasa ditinggalkan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....