TPID Beltim Pastikan Stok Bahan Pokok dan BBM Aman Jelang Iduladha
- 25 Mei 2026 18:30 WIB
- Sungailiat
RRI.CO.ID, Belitung Timur - Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Belitung Timur (Beltim) memastikan ketersediaan stok bahan pokok dan bahan bakar minyak (BBM) di daerah masih aman dan harga relatif stabil menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah.
Hal tersebut disampaikan dalam High Level Meeting TPID Kabupaten Belitung Timur bertema “Penguatan Sinergi TPID dalam Semangat Iduladha demi Stabilitas Harga dan Kesejahteraan Masyarakat” yang digelar di Ruang Rapat Bupati Beltim, Senin 25 Mei 2026.
Wakil Bupati Belitung Timur, Khairil Anwar mengatakan berdasarkan hasil pemantauan TPID, kondisi stok kebutuhan pokok hingga BBM masih mencukupi untuk menghadapi Iduladha. Menurutnya, informasi dari Bulog, Pertamina dan OPD teknis menunjukkan distribusi kebutuhan pokok masih aman. Bahkan Bulog memastikan tambahan pasokan beras akan kembali masuk pada awal Juni mendatang.
| Baca juga: Pemkab Beltim Sidak Pasar jelang Iduladha |
"Setelah dilakukan pemantauan oleh TPID, kesiapan menghadapi Iduladha relatif stabil. Baik stok maupun harga masih terkendali dan tidak mengalami kenaikan signifikan,” kata Khairil.
Khairil menambahkan Pemerintah Kabupaten Belitung Timur akan terus melakukan pengawasan aktif terhadap potensi gangguan stok maupun lonjakan harga di pasar.
“Kita meminta seluruh perangkat daerah lebih aktif membaca potensi persoalan di lapangan agar inflasi tetap terkendali dan masyarakat tidak terbebani lonjakan harga kebutuhan pokok menjelang hari besar keagamaan,” ucapnya.
Sementara itu, Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepulauan HiBangka Belitung Rizky Ismail menilai kondisi inflasi Belitung Timur saat ini berada pada posisi ideal dibanding sejumlah daerah lain. Menurutnya, kondisi tersebut menjadi indikator positif karena di tengah gejolak ekonomi global, Belitung Timur masih mampu menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan daya beli masyarakat.
"Inflasi Beltim saat ini berada di angka 2,01 persen. Ini hampir berada di titik tengah target inflasi nasional dan masih sangat terkendali,” kata Rizky.
Rizky juga mengingatkan pentingnya kebijakan TPID yang cepat, adaptif dan tepat sasaran dalam menghadapi berbagai potensi gejolak ekonomi, termasuk perubahan cuaca maupun dinamika global.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....