Ekonomi Sidrap Tumbuh 7,7 Persen di Tahun 2025

  • 07 Mei 2026 20:47 WIB
  •  Makassar

RRI CO. ID, Makassar - Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) mencatat pertumbuhan ekonomi signifikan di bawah kepemimpinan Bupati Syaharuddin Alrif. Dalam forum High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Sulawesi Selatan, pertumbuhan ekonomi Sidrap dipaparkan melonjak dari 4 persen pada 2024 menjadi 7,7 persen di tahun 2025.

Pertemuan yang berlangsung di Ruang Rapat Pola Kantor Gubernur Sulsel, Kamis (7/5/2026), dipimpin Wakil Gubernur Sulsel Fatmawati Rusdi. Agenda utama membahas stabilitas harga bahan pokok menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Iduladha 2026.

Bupati Syaharuddin Alrif menjelaskan, lonjakan ekonomi tersebut ditopang sektor pertanian melalui program Indeks Pertanaman (IP) 300 yang mendorong peningkatan produksi secara signifikan. “Tahun 2024 pertumbuhan ekonomi kami hanya 4 persen. Dengan optimalisasi pertanian, produksi gabah naik dari 400.000 ton menjadi 679.000 ton. Secara nilai meningkat dari Rp2,2 triliun menjadi Rp4,6 triliun dalam bentuk gabah kering panen,” ungkap Syaharuddin di hadapan para kepala daerah se-Sulsel.

Ia menyebut, peningkatan produktivitas tersebut membuat Sidrap mengalami surplus pangan yang besar dan siap menyuplai kebutuhan daerah lain. Data yang dipaparkan menunjukkan total produksi beras Sidrap mencapai 450.000 ton per tahun, sementara konsumsi lokal hanya sekitar 35.000 ton per tahun. “Stok pangan tertinggi di Sulsel ada di Sidrap. Gudang-gudang kami penuh, bahkan harus menyewa gudang tambahan untuk menampung hasil produksi,” tegasnya.

Meski demikian, Sidrap sempat menghadapi inflasi hingga 7 persen akibat faktor eksternal seperti kenaikan harga emas dan penyesuaian subsidi listrik. Namun per April 2026, inflasi berhasil ditekan ke angka 3 persen.

Sebagai salah satu sentra telur di Indonesia Timur dengan produksi sekitar 5 juta butir per hari, Sidrap juga mampu menstabilkan harga di pasaran. “Harga telur yang sempat mencapai Rp52.000 per rak kini berhasil ditekan di kisaran Rp42.000 hingga Rp44.000,” jelas Syaharuddin.

Wakil Gubernur Sulsel, Fatmawati Rusdi, mengapresiasi capaian tersebut sekaligus meminta seluruh kepala daerah memperkuat intervensi pasar melalui Gerakan Pangan Murah (GPM) hingga tingkat kelurahan. “Intervensi harus maksimal, terutama pada delapan komoditas utama penyumbang inflasi. Kita pastikan harga tetap terjangkau bagi masyarakat menjelang Iduladha,” ujar Fatmawati.

Untuk menjaga stabilitas harga dan pasokan, Pemkab Sidrap melalui TPID menjalankan pemantauan rutin harga pasar, pengawasan distribusi guna mencegah penimbunan, serta pelaksanaan GPM secara masif di setiap kecamatan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....