Bobby Nasution Paparkan Capaian dan Tantangan Sumut di HUT ke-78
- 16 Apr 2026 20:50 WIB
- Medan
RRI.CO.ID, Medan – Gubernur Sumatera Utara, Muhammad Bobby Afif Nasution, memaparkan sejumlah capaian pembangunan daerah di usia Provinsi Sumut ke-78 tahun. Dari sisi ekonomi, Bobby mengatakan pertumbuhan ekonomi Sumut tercatat 4,53 persen dengan kontribusi terbesar di Pulau Sumatera sebesar 23,52 persen.
"Selain itu, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) mencapai 76,47 poin, melampaui rata-rata nasional," kata Bobby dalam Rapat Paripurna Istimewa Hari Jadi ke-78 Provinsi Sumatera Utara, di Gedung DPRD Sumut, Jalan Imam Bonjol, Medan, Rabu 15 April 2026.
Ia memaparkan tingkat kemiskinan juga berhasil ditekan menjadi 7,24 persen, lebih rendah dibandingkan angka nasional. Sementara itu, tingkat pengangguran terbuka turun menjadi 5,32 persen dengan gini rasio sebesar 0,283 poin.
Di sektor ekonomi makro, Bobby menjelaskan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) tumbuh 5,23 persen dengan PDRB per kapita mencapai Rp78,31 juta. Dari sisi lingkungan, Indeks Kualitas Lingkungan Hidup tercatat 73,96 poin, serta penurunan emisi gas rumah kaca mencapai 25,78 juta ton CO2e.
Pada aspek tata kelola pemerintahan, kinerja pelayanan publik juga menunjukkan peningkatan. Indeks Pelayanan Publik (IPP) tahun 2025 mencapai 4,27 poin dengan kategori sangat baik. Sementara nilai SAKIP meningkat menjadi 69,11 poin dengan predikat B.
Selain itu, Bobby mengatakan tingkat kepuasan masyarakat terhadap layanan pemerintah mencapai 95,62 poin. Pemerintah Provinsi Sumatera Utara juga kembali meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK RI untuk ke-11 kalinya secara berturut-turut.
Meski demikian, Bobby menyoroti masih adanya tantangan bencana hidrometeorologi seperti banjir dan longsor di sejumlah wilayah. Ia menegaskan perlunya penguatan mitigasi bencana melalui penataan ruang dan pembangunan infrastruktur pengendali.
Ke depan, Bobby mengatakan pembangunan Sumatera Utara akan difokuskan pada peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguatan infrastruktur, serta pengembangan ekonomi berbasis potensi daerah. Strategi tersebut dilakukan melalui hilirisasi sektor pertanian, industri, dan pariwisata.
“Untuk pembangunan SDM, kita masih dihadapkan pada tantangan serius, yakni pengguna narkoba yang cukup tinggi. Kami mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk memberikan perhatian yang benar-benar serius dan berkelanjutan terhadap persoalan ini,” ujarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....