Peran Kepala Ohoi dan Kearifan Lokal Jadi Pilar Penanggulangan Bencana di Malra

  • 09 Apr 2026 15:43 WIB
  •  Tual

RRI.CO.ID, Langgur - Di wilayah yang akrab dengan ancaman cuaca ekstrem dan potensi gempa, kesiapan masyarakat menjadi garis pertahanan pertama dalam menghadapi bencana. Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara menilai penguatan kepemimpinan lokal sebagai kunci utama dalam sistem mitigasi berbasis masyarakat.

Penegasan itu mengemuka dalam kegiatan Sosialisasi, Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) di Kecamatan Kei Kecil Timur, Rabu (8/4/2026). Sambutan Bupati Maluku Tenggara Muhammad Thaher Hanubun yang dibacakan Wakil Bupati Charlos Viali Rahantoknam menyoroti posisi strategis kepala ohoi dalam situasi darurat.

“Kepala ohoi harus memahami mitigasi bencana sebagai bagian dari tanggung jawab pelayanan kepada masyarakat,” ujar Rahantoknam.

Ia menjelaskan, karakter geografis Kei Kecil Timur sebagai wilayah kepulauan membuat masyarakat hidup berdampingan dengan berbagai risiko bencana. Ancaman seperti gelombang pasang, angin kencang, hingga gempa bumi menuntut kesiapan yang tidak hanya bersifat teknis, tetapi juga sosial.

Di sisi lain, efektivitas penanganan bencana sangat ditentukan oleh koordinasi lintas unsur di tingkat lokal. Pemerintah ohoi, tokoh adat, tokoh agama, hingga masyarakat dituntut mampu membangun komunikasi yang cepat dan responsif dalam situasi darurat.

“Kearifan lokal harus menjadi bagian dari strategi penanggulangan bencana yang berkelanjutan,” kata Rahantoknam.

Menurut Rahantoknam, kekuatan sosial masyarakat Maluku Tenggara yang bertumpu pada nilai gotong royong menjadi modal penting dalam membangun ketahanan bencana. Pengetahuan lokal yang diwariskan secara turun-temurun dapat memperkuat sistem mitigasi berbasis komunitas, termasuk dalam proses evakuasi dan penyelamatan.

Saat ini pemerintah daerah terus mendorong penguatan kapasitas sumber daya manusia serta pembenahan infrastruktur penunjang kebencanaan. Upaya ini diarahkan untuk memastikan masyarakat tidak hanya tanggap, tetapi juga tangguh dalam menghadapi berbagai potensi bencana yang dapat terjadi sewaktu-waktu.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....