Gerakan Rakyat Sulsel Bela Kritik Anies terhadap Pemerintah

  • 23 Mei 2026 17:10 WIB
  •  Makassar

RRI. CO.ID, MAKASSAR - Ketua DPW Gerakan Rakyat Sulawesi Selatan, Asri Tadda, menanggapi pernyataan politisi Golkar, Idrus Marham, terkait kritik yang disampaikan Anies Baswedan kepada pemerintah. Asri menilai kritik yang disampaikan Anies bukan bentuk pesimisme, melainkan bagian dari kepedulian terhadap kondisi masyarakat yang sedang menghadapi berbagai persoalan ekonomi dan sosial.

“Kami menghormati pandangan Pak Idrus Marham. Namun yang perlu dipahami adalah bahwa optimisme yang sehat tidak lahir dari menutup mata terhadap persoalan,” ujar Asri dalam keterangannya di Makassar, Sabtu (23/5/2026).

Menurutnya, optimisme justru harus dibangun melalui keberanian mengakui persoalan dan kesungguhan mencari solusi atas masalah yang dihadapi rakyat. Ia menyebut berbagai persoalan seperti naiknya harga kebutuhan pokok, melemahnya daya beli, sulitnya lapangan kerja, hingga meningkatnya beban hidup masyarakat perlu menjadi perhatian serius pemerintah.

“Ketika rakyat mengeluhkan harga kebutuhan pokok yang terus naik dan peluang ekonomi yang makin sempit, maka menyampaikan fakta itu bukan pesimisme. Itu adalah kejujuran,” tegasnya.

Asri menilai kritik dalam demokrasi merupakan instrumen kontrol publik yang sah dan tidak seharusnya dipandang sebagai ancaman politik. “Jika ada persoalan yang disampaikan, maka jawablah persoalannya. Jangan sibuk menyerang orang yang menyampaikan kritik,” katanya.

Ia juga mengingatkan bahwa meski kondisi ekonomi global turut mempengaruhi situasi nasional, pemerintah tetap memiliki tanggung jawab untuk meminimalkan dampaknya terhadap masyarakat. Menurut Asri, respons terhadap kritik seharusnya diwujudkan melalui solusi dan kebijakan konkret, bukan sekadar membangun narasi optimisme.

“Kami percaya pada masa depan Indonesia. Tetapi kecintaan terhadap bangsa tidak bisa diwujudkan dengan menutupi masalah,” ujarnya.

Asri menegaskan kritik merupakan bagian dari upaya memperbaiki keadaan dan bukan bentuk tindakan untuk menjatuhkan negara. Ia pun mengajak seluruh elemen bangsa membangun budaya demokrasi yang lebih sehat dengan memberi ruang terhadap kritik dan masukan masyarakat.

“Indonesia tidak membutuhkan optimisme yang dipaksakan. Indonesia membutuhkan optimisme yang lahir dari kejujuran, keberanian, dan kerja nyata,” pungkasnya.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....