Nilai TKA Tak Seragam, DPR Ingatkan Pentingnya Aspek IQ dan EQ
- 08 Apr 2026 16:07 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta - Wakil Ketua Komisi X DPR RI MY Esti Wijayanti mengingatkan agar hasil dari pelaksanaan ujian Tes Kemampuan Akademik (TKA) bagi siswa sekolah tak bisa disamaratakan antar-daerah. Ia juga menekankan pentingnya tes IQ dan EQ (kecerdasan intelektual dan emosional) yang lebih krusial bagi anak.
Menurut Esti, pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik atau TKA untuk jenjang SD dan SMP yang sudah dimulai pada awal April ini perlu dibaca bukan semata sebagai perubahan teknis dalam sistem evaluasi pendidikan. “Dan harus dipastikan bahwa Hasil TKA tidak dijadikan untuk variabel kelulusan maupun untuk kelanjutan pendidikan siswa,” kata MY Esti Wijayanti, Rabu, 8 April 2026.
Seperti diketahui, Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) tengah melangsungkan TKA bagi siswa sekolah. Setiap jenjang memiliki jadwal dan ketentuan masing-masing. Pelaksanaan TKA jenjang SMP resmi berlangsung mulai 6 April 2026.
Adapun TKA, khususnya untuk jenjang SD dan SMP, bukan penentu kelulusan siswa, melainkan alat pemetaan mutu pendidikan. Ujian ini bersifat tidak wajib (opsional atau sukarela) dan difokuskan untuk mengukur capaian akademik (literasi dan numerasi) serta perbaikan pembelajaran.
Nilai TKA juga menjadi komponen penting dalam jalur prestasi untuk Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMP) tingkat SD, SMP, dan SMA sebagai barometer objektif, melengkapi nilai rapor. Beberapa perguruan tinggi pun menjadikan nilai TKA sebagai validator penilaian calon mahasiswa jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP).
Hasil TKA akan dikeluarkan sebagai potret kemampuan akademik siswa. TKA mencakup materi matematika/numerasi dan bahasa Indonesia.
Menurut Esti, ketika Pemerintah memilih menempatkan literasi numerasi sebagai inti pengukuran melalui bahasa Indonesia dan matematika. Ia menilai keputusan itu menunjukkan bahwa persoalan utama pendidikan nasional masih berada pada kemampuan dasar yang selama beberapa tahun terakhir terus menjadi perhatian.
“Karena itu, yang perlu dicermati bukan hanya pelaksanaan tesnya, tetapi bagaimana hasil TKA nanti benar-benar diterjemahkan menjadi koreksi terhadap kualitas pembelajaran di ruang kelas,” tuturnya. Esti pun menilai, Pemerintah sebaiknya lebih memerhatikan kebutuhan dasar bagi para siswa.
Sebagai informasi, Tes IQ mengukur kemampuan kognitif, logika, dan pemecahan masalah, sedangkan Tes EQ mengukur kesadaran diri, pengendalian emosi, empati, dan keterampilan sosial. IQ seringkali stabil, sementara EQ dapat ditingkatkan di mana keduanya krusial untuk kesuksesan akademik (IQ) dan sosial/karier (EQ).
Esti memandang, seharusnya Pemerintah lebih berfokus terhadap tes dasar seperti IQ dan EQ ini. Mengingat Tes IQ dan EQ dapat membantu mengidentifikasi kekuatan dan hambatan belajar, memantau perkembanga serta menentukan metode pengajaran yang personal untuk mengoptimalkan potensi anak.
“Pendidikan tidak bisa memaksakan anak-anak untuk jago matematika semua, jago menggambar semua dan lainnya. Tetapi minat bakat dasar anak dapat diketahui berdasarkan tes IQ dan EQ,” ujar Esti.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....