Ketua Majelis Ajak Peserta Budayakan Membaca dan Menulis Al-Qur'an

  • 16 Jul 2026 09:17 WIB
  •  Jayapura

RRI.CO.ID, Jayapura – Ketua Majelis Musabaqah Karya Tulis Ilmiah Al-Qur'an (KTIQ) MTQ XXXI Tingkat Provinsi Papua, Dr. Hasrudin Dute, M.Si., mengajak para peserta menjadikan Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) sebagai momentum membangun budaya membaca, menulis, dan meneliti kandungan Al-Qur'an secara berkelanjutan.

Pesan tersebut disampaikan Hasrudin usai memimpin penilaian cabang KTIQ pada babak penyisihan MTQ XXXI Tingkat Provinsi Papua di Ruang Rapat ITBKPP, Sentani, Kabupaten Jayapura, Rabu 15 Juli 2026.

Menurutnya, karya tulis ilmiah yang baik tidak hanya memenuhi kaidah akademik, tetapi juga mampu dipertanggungjawabkan saat dipresentasikan di hadapan dewan hakim.

"Menulis sesuai dengan tema dan judul yang diangkat relevan dengan kondisi saat ini. Di samping itu, dapat mempertanggungjawabkan tulisannya pada saat presentasi di depan dewan hakim. Terkadang tulisannya bagus dan rapi, namun tidak mampu mempresentasikan tulisannya. Terkadang pula bagus di presentasi, namun tulisannya belum mengikuti kaidah ilmiah," ujarnya.

Hasrudin menilai kemampuan menulis harus dibangun dari kebiasaan membaca. Semakin banyak seseorang membaca, semakin mudah pula menuangkan gagasan dalam bentuk karya ilmiah.

"Membiasakan membaca dari apa yang ditulis, dan membiasakan menulis apa yang dibaca. Dengan banyak membaca maka akan mudah untuk menulis, akan sulit menulis kalau tidak terbiasa membaca," katanya.

Ia juga mengajak generasi muda terus mendalami kandungan Al-Qur'an dan menjadikannya sebagai sumber inspirasi dalam menghasilkan karya ilmiah yang bermanfaat bagi masyarakat.

"Pahami dan dalami makna yang terkandung di dalam Al-Qur'an. Teruslah menulis kandungan-kandungan Al-Qur'an, karena tulisan itu dapat menjadi amal jariyah kita meskipun kita telah berganti alam," ucap Hasrudin.

Menurutnya, MTQ tidak boleh dipandang hanya sebagai ajang kompetisi tahunan, tetapi harus menjadi sarana menumbuhkan tradisi literasi dan riset berbasis nilai-nilai Al-Qur'an. Dengan pembinaan yang berkelanjutan, ia optimistis akan lahir semakin banyak generasi Qur'ani Papua yang tidak hanya unggul dalam membaca Al-Qur'an, tetapi juga mampu melahirkan gagasan dan karya ilmiah yang memberi manfaat bagi pembangunan masyarakat dan bangsa.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....