MSQ MTQ Papua Cetak Dai Muda Qur'ani Hadapi Tantangan Zaman

  • 16 Jul 2026 21:08 WIB
  •  Jayapura

RRI.CO.ID, Jayapura – Musabaqah Syarhil Al-Qur'an (MSQ) pada Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) XXXI Tingkat Provinsi Papua dinilai memiliki peran strategis dalam mencetak generasi muda yang mampu berdakwah secara cerdas, komunikatif, dan relevan dengan perkembangan zaman. Melalui cabang ini, peserta tidak hanya dituntut memahami kandungan Al-Qur'an, tetapi juga mampu menyampaikan pesan-pesan Islam yang menjawab berbagai persoalan kehidupan masyarakat.

Dalam rilis Kemenag, Ketua Majelis Musabaqah Syarhil Al-Qur'an, Hj. St. Marhamah Shabry, mengatakan, MSQ menjadi salah satu sarana pembinaan kader dai muda yang tidak hanya memiliki kemampuan berbicara di depan publik, tetapi juga mampu mengaitkan nilai-nilai Al-Qur'an dengan tantangan kehidupan masa kini.

"MSQ memiliki peran besar yang nyata dalam membentuk generasi muda menjadi kader-kader dai yang cerdas, berkarakter, dan berwawasan Qur'ani. Melalui MSQ, mereka tidak hanya belajar memahami isi Al-Qur'an, tetapi juga berlatih menyampaikan pesan-pesan Islam secara bijaksana, komunikatif, dan relevan dengan tantangan zaman," ujarnya.

Cabang Musabaqah Syarhil Al-Qur'an menjadi salah satu perlombaan pada MTQ XXXI Provinsi Papua. Babak penyisihan digelar pada 16 Juli 2026 di Aula Insan Cendekia, Sentani, sedangkan babak final dijadwalkan berlangsung pada 17 Juli 2026 setelah penetapan peserta terbaik oleh dewan hakim.

Marhamah menjelaskan, peserta MSQ dituntut tidak hanya memiliki kemampuan membaca Al-Qur'an dengan baik, tetapi juga mampu menguasai materi syarahan, menyampaikan terjemahan ayat secara tepat, serta menampilkan retorika yang menarik dan mudah dipahami masyarakat.

Karena itu, menurutnya, dakwah yang dibawakan peserta harus mampu menjawab berbagai persoalan aktual yang dihadapi umat.

"Al-Qur'an adalah petunjuk sepanjang zaman. Karena itu, peserta harus mampu menghubungkan pesan ayat dengan persoalan-persoalan kekinian, seperti menjaga persatuan, membangun akhlak, memperkuat kepedulian sosial, menjaga lingkungan, hingga bijak menggunakan teknologi," katanya.

Ia menambahkan, keberhasilan dalam Musabaqah Syarhil Al-Qur'an juga sangat ditentukan oleh kekompakan antarpersonel dalam satu tim.

"Dalam Musabaqah Syarhil Al-Qur'an, keberhasilan bukan hanya ditentukan oleh kemampuan individu, tetapi oleh sinergi antara qari atau qariah, pensyarah, dan pembaca terjemah. Kekompakan yang harmonis akan memperkuat daya tarik dan efektivitas penyampaian pesan," ujarnya.

Marhamah berharap melalui cabang MSQ, semakin banyak lahir generasi Qur'ani yang mampu menjadi teladan sekaligus menyebarkan nilai-nilai Islam yang damai, moderat, dan relevan bagi masyarakat Papua. Menurutnya, dakwah terbaik bukan hanya disampaikan melalui kata-kata, tetapi juga diwujudkan dalam sikap dan perilaku sehari-hari.

"Jadikan Al-Qur'an sebagai pedoman hidup, bukan hanya materi perlombaan. Sebab dakwah yang paling kuat adalah keteladanan," kata dia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....