Gerakan Nasional 1.448.000 Verifikasi Arah Kiblat Menunjukkan Peningkatan
- 13 Jul 2026 14:07 WIB
- Bengkulu
RRI.CO.ID,Bengkulu - Antusiasme masyarakat Provinsi Bengkulu dalam mengikuti Gerakan Nasional 1.448.000 Verifikasi Arah Kiblat terus menunjukkan peningkatan. Hingga Kamis (9/7/2026) ini, jumlah peserta yang telah melakukan registrasi mencapai 8.668 orang dari target minimal 30.300 peserta yang ditetapkan untuk Provinsi Bengkulu. Masih tersisa beberapa hari menjelang pelaksanaan kegiatan, sehingga seluruh jajaran Kementerian Agama optimistis target tersebut dapat tercapai melalui sinergi dan partisipasi aktif masyarakat.Berdasarkan data registrasi, Kabupaten Bengkulu Utara menjadi daerah dengan jumlah pendaftar terbanyak, yakni 1.519 peserta dari target 3.650 peserta. Disusul Kabupaten Seluma 1.377 peserta dari target 2.600 peserta, Kabupaten Rejang Lebong 1.296 peserta dari target 3.900 peserta, dan Kota Bengkulu 1.058 peserta dari target 5.900 peserta.
Sementara itu, Kabupaten Lebong mencatat 656 peserta dari target 1.750 peserta, Kabupaten Kepahiang 624 peserta dari target 2.100 peserta, Kabupaten Bengkulu Selatan 589 peserta dari target 1.650 peserta, Kabupaten Kaur 547 peserta dari target 1.150 peserta, Kabupaten Mukomuko 522 peserta dari target 3.500 peserta, serta Kabupaten Bengkulu Tengah 480 peserta dari target 2.500 peserta.
Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Agama Provinsi Bengkulu, Dr. H. Saefudin, S.Ag., M.Si, mengajak seluruh jajaran, khususnya para penghulu dan penyuluh agama Islam, untuk terus menggerakkan partisipasi masyarakat di wilayah kerja masing-masing. "Saya mengharapkan kerja sama yang baik dari seluruh jajaran, khususnya para penghulu dan penyuluh, agar dapat mendaftarkan sedikitnya 50 peserta dari masing-masing aparatur," ujar Saefudin.
Ia juga mengimbau seluruh umat Islam di Provinsi Bengkulu, termasuk pengurus masjid dan musala, pondok pesantren, madrasah, sekolah, perguruan tinggi, organisasi kemasyarakatan Islam, hingga masyarakat umum, untuk ikut berpartisipasi dalam gerakan nasional tersebut. "Mari kita manfaatkan fenomena alam yang telah lama dikenal dalam tradisi ilmu falak untuk memastikan arah kiblat secara mudah dan akurat," ajak mantan Kasubag Humas Kanwil Sumatera Selatan itu.
Menurut Saefudin, Gerakan Nasional Verifikasi Arah Kiblat tidak hanya menjadi momentum untuk memastikan ketepatan arah kiblat, tetapi juga sebagai sarana edukasi kepada masyarakat mengenai ilmu falak dan penguatan kualitas ibadah umat. Gerakan ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Peaceful Muharam 1448 Hijriah yang diselenggarakan Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama. "Selain memperingati Tahun Baru Hijriah, program ini diharapkan menjadi media edukasi publik yang memberikan manfaat nyata melalui penguatan literasi keagamaan dan ilmu falak," tambahnya.
Dikesempatan yang sama, Kepala Bidang Urusan Agama Islam (Kabid Urais) Kanwil Kemenag Provinsi Bengkulu, H. Pahrizal, M.Si, menjelaskan bahwa fenomena astronomi yang dimanfaatkan untuk verifikasi arah kiblat akan terjadi pada 15 dan 16 Juli 2026 sekitar pukul 16.27 WIB atau 17.27 WITA. Masyarakat cukup menyiapkan benda yang berdiri tegak lurus, kemudian mengamati arah bayangannya pada waktu tersebut untuk mengetahui arah kiblat secara akurat.
"Bagi masyarakat yang ingin berpartisipasi, dapat segera melakukan pendaftaran melalui tautan yang telah disediakan panitia Gerakan Nasional 1.448.000 Verifikasi Arah Kiblat. Selain memperoleh informasi pelaksanaan kegiatan, peserta juga akan menjadi bagian dari gerakan nasional yang dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia," pungkas Pahrizal.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....