Menag Dorong OASE 2026 Jadi Ajang Inovasi PTKI
- 30 Jun 2026 18:14 WIB
- Jayapura
RRI, CO, ID, Jayapura – Kementerian Agama kembali menggelar Olimpiade Agama, Sains, dan Riset (OASE) bagi mahasiswa Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI). Menteri Agama Nasaruddin Umar berharap OASE 2026 menjadi ruang pembuktian kualitas mahasiswa PTKI sekaligus melahirkan inovasi yang mampu bersaing di tingkat yang lebih luas. Menurut Menag, OASE tidak boleh berhenti sebagai agenda seremonial, tetapi harus menjadi wadah yang mendorong lahirnya gagasan dan prestasi baru dari lingkungan perguruan tinggi keagamaan.
"Saya mohon pada anak-anakku yang ikut olimpiade ini, benar-benar hari ini kesempatan untuk menampilkan satu surprise terhadap dunia lain. Saya ingin betul-betul UIN itu nyalip perguruan tinggi lainnya," kata Menag yang dilansir dari laman kemenag.go.id, Selasa 30 Juni 2026.
Rapat tersebut dihadiri Sekretaris Jenderal Kemenag Kamaruddin Amin, Direktur Jenderal Pendidikan Islam Amin Suyitno, Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Sahiron, Staf Khusus Menteri Agama Farid Saenong, Kepala Biro Humas dan Komunikasi Publik Thobib Al Asyhar, para rektor, dosen, mahasiswa, serta civitas akademika di lingkungan Kementerian Agama.
Menag menilai persaingan global menuntut generasi muda memiliki standar kompetensi yang lebih tinggi dibanding generasi sebelumnya. Karena itu, mahasiswa didorong tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kemampuan yang beragam.
"Nabi itu multitalenta. Selain the best manager, dia juga adalah the best leader. Banyak orang hanya mampu jadi the best leader, tetapi manajernya kurang," jelasnya.
Ia juga meminta perguruan tinggi memberikan ruang lebih luas bagi pengembangan potensi mahasiswa di luar aktivitas akademik formal, seperti seni, olahraga, kemampuan bahasa asing, hingga keterampilan berargumentasi dan debat.
"Banyak talenta yang bisa kita bina yang sesuai dengan karakter UIN. Saya pikir seniman juga bagus, olahraga juga bagus, bahasa Inggris dan kemampuan eksplanasi atau debat itu bagus. Berikan motivasi kepada anak-anak kita supaya bisa aktif lebih banyak berkonsentrasi pada masa muda," ujarnya.
Selain itu, Menag menyoroti tantangan era modern yang dinilai tidak dapat dijawab hanya dengan kemampuan akademik semata. Mahasiswa, menurutnya, perlu memiliki strategi berpikir, kemampuan adaptasi, dan kesiapan menghadapi perkembangan informasi yang berlangsung cepat.
"UIN dan IAIN perlu mengambil peran yang sangat signifikan dalam era post-truth, ketika kebenaran tidak cukup didasarkan pada dalil-dalil agama dan dalil-dalil kearifan lokal saja. Jangan berhenti pada kemampuan kualitas akademik intelektual," katanya.
Melalui OASE 2026, Kementerian Agama berharap PTKI dapat semakin memperkuat daya saing mahasiswa sekaligus menunjukkan kontribusi nyata dalam pengembangan ilmu pengetahuan, riset, dan inovasi di tengah perubahan zaman.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....