Kakanwil Kemenag Gorontalo Ajak Perkuat Ibadah dan Silaturahmi
- 30 Mar 2026 23:39 WIB
- Gorontalo
RRI.CO.ID, GORONTALO — Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Gorontalo, H. Kaswad Sartono, melaksanakan kegiatan Safari Subuh Ramadan di Masjid Al-Mukaramah, Desa Molintogupo, Kecamatan Suwawa Selatan, Kabupaten Bone Bolango.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh jajaran pejabat Kanwil Kemenag Provinsi Gorontalo, Kankemenag Kabupaten Bone Bolango, unsur pemerintah kecamatan, serta para tokoh agama dan masyarakat setempat. Safari Subuh ini menjadi bagian dari upaya mempererat silaturahmi antara pemerintah dan masyarakat sekaligus meningkatkan semangat ibadah di bulan suci Ramadan.
Dalam tausiyahnya usai pelaksanaan salat Subuh berjamaah, Kaswad Sartono mengingatkan bahwa kehidupan manusia di dunia pada hakikatnya merupakan perjalanan sementara menuju kehidupan yang kekal di akhirat. Ia menegaskan bahwa manusia diciptakan Allah SWT dalam bentuk yang paling sempurna dan dianugerahi akal untuk membedakan antara yang baik dan yang buruk.
“Allah menciptakan manusia dalam bentuk yang paling sempurna dan memberikan akal agar manusia dapat membedakan mana yang baik dan mana yang buruk,” ungkapnya.
Ia menambahkan, keistimewaan tersebut hendaknya dimanfaatkan untuk terus berbuat kebaikan serta memperkuat hubungan antar sesama. Menurutnya, dalam kehidupan sehari-hari manusia tidak luput dari kesalahan, sehingga Islam mengajarkan pentingnya saling memaafkan dan menjaga persaudaraan, terutama menjelang Hari Raya Idulfitri.
“Kita diajarkan untuk saling memaafkan, terlebih menjelang hari raya Idul Fitri. Tradisi ini merupakan bentuk mempererat silaturahmi di antara sesama,” jelasnya.
Kaswad juga menyinggung tradisi mudik yang menjadi bagian dari budaya masyarakat Indonesia menjelang Idulfitri. Ia menilai, mudik tidak sekadar perjalanan pulang kampung, tetapi juga sarana mempererat hubungan kekeluargaan dan memperkuat nilai kebersamaan.
Namun demikian, ia mengingatkan bahwa perjalanan hidup manusia yang sesungguhnya adalah menuju tempat asalnya, yakni surga. Oleh karena itu, kehidupan di dunia harus dimaknai sebagai kesempatan untuk mempersiapkan bekal berupa amal kebaikan.
“Kita semua pada hakikatnya adalah perantau di dunia ini. Tempat asal manusia yang sesungguhnya adalah surga, sehingga kehidupan di dunia ini merupakan kesempatan untuk mempersiapkan diri kembali ke tempat tersebut dengan membawa amal kebaikan,” tuturnya.
Di akhir tausiyahnya, Kaswad berharap momentum Ramadan dapat dimanfaatkan oleh umat Islam untuk memperbaiki diri, meningkatkan kualitas ibadah, serta memperbanyak amal kebaikan sebagai bekal menuju kehidupan yang lebih baik di akhirat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....