Menag Bahas Ekoteologi dalam Tantangan Era AI
- 21 Jan 2026 11:52 WIB
- Jayapura
RRI.CO.ID, Jayapura - Menteri Agama, Nasaruddin Umar, memaparkan tentang ekotelogi serta peran agama dan kesadaran kemanusiaan di era Artificial Intelligence (AI). Pemaparan dilakukan dalam Konferensi internasional di Mesir, Senin (19 Januari 2026), yang digelar Kementerian Wakaf Republik Arab Mesir.
Menag menjelaskan makna tanggung jawab manusia dalam perspektif Islam. Yakni bukan sekadar sarana untuk mencari penghidupan, melainkan berdimensi moral, amanah sosial, dan kesadaran tentang pentingnya memakmurkan bumi.
“Dalam kerangka inilah, kami menegaskan, pentingnya apa yang kami sebut sebagai ekoteologi. Yakni cara pandang memahami hubungan antara manusia dan lingkungan, berdasarkan prinsip amanah dan tanggung jawab etis,” Kata Menag.
Menag memaparkan, dalam Islam bumi bukan milik mutlak manusia, melainkan titipan Ilahi. Karena itu, memakmurkan bumi tidak akan sempurna tanpa menjaga keseimbangannya.
Menag menyambut baik gagasan Menteri Wakaf Mesir, bahwa pembangunan peradaban adalah kewajiban Islam. Ia juga sependapat dengan pandangan pemikir Aljazair, Malik bin Nabi, bahwa peradaban bukan semata akumulasi materi.
“Jika nilai-nilai hilang, naluri akan bebas tanpa kendali. Dan ketika naluri lepas kendali, manusia kehilangan kompas etiknya,” ujar Menag.
Tantangan yang dihadapi profesi pada era kecerdasan buatan (AI) bukan terletak pada penjagaan sisi kemanusiaan manusia. Dunia tidak hanya membutuhkan profesi yang cerdas, melainkan profesi yang beretika.
Di Indonesia, sebagai negara Muslim terbesar dari sisi jumlah penduduk, kementerian Agama berupaya meneguhkan pemahaman ini. Yaitu melalui pengaitan pendidikan keagamaan, serta penguatan etika kerja dalam lembaga-lembaga negara dan masyarakat.
“Dunia kita hari ini tidak kekurangan para ahli, tetapi kekurangan nilai-nilai yang menuntun keahlian itu. Dunia tidak hanya memerlukan akal yang maju, melainkan juga akhlak yang kokoh," ucapnya.
Konferensi dihadiri Menteri Wakaf sekaligus Ketua Dewan Tertinggi Urusan Islam Mesir, Prof. Dr. Usamah Al-Sayyid Al-Azhari. Hadir pula ulama, cendekiawan, intelektual, dan peneliti dari berbagai negara.
Ikut mendampingi Menteri Agama, Direktur Penerangan Agama Islam Muchlis M Hanafi . Selain itu adaTenaga Ahli Menag, Bunyamin Yafid.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....