Wabup Bulukumba Nilai Kehadiran Kemenhaj Tingkatkan Pelayanan Jemaah Indonesia
- 01 Jul 2026 11:07 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar - Wakil Bupati Bulukumba, H. Andi Edy Manaf, menilai perubahan tata kelola penyelenggaraan ibadah haji melalui pembentukan Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) membawa dampak positif terhadap kualitas pelayanan bagi jemaah Indonesia di Tanah Suci. Hal itu disampaikan Andi Edy Manaf saat menjemput jemaah Kloter UPG 39 Debarkasi Makassar di Asrama Haji Sudiang, Makassar, Selasa, 30 Juni 2026.
Selain jemaah Bulukumba di kloter ini ada jemaah dari Wajo dan Sulawesi Tenggara. Menurutnya, yang berubah bukanlah substansi penyelenggaraan ibadah haji, melainkan sistem pelayanan yang kini ditangani secara lebih fokus oleh kementerian khusus.
"Sebetulnya bukan berubah secara keseluruhan, tetapi sistemnya yang berubah. Menurut kami, ini merupakan langkah yang terbaik karena kini ditangani oleh Kementerian Haji," kata Andi Edy.
Ia mengatakan, keberadaan kementerian yang secara khusus menangani urusan haji memang sudah menjadi kebutuhan mengingat Indonesia merupakan negara dengan jumlah jemaah haji terbesar di dunia. "Jumlah jemaah haji kita sangat besar. Idealnya memang ada kementerian yang khusus menangani persoalan haji agar pelayanan kepada jemaah semakin maksimal," ujarnya.
Andi Edy mengaku telah mempelajari sistem pelayanan yang diterapkan dan melihat langsung dampaknya terhadap kenyamanan jemaah. "Alhamdulillah, saya mencoba mempelajari dan ternyata jemaah haji kita benar-benar merasakan pelayanan yang baik," ungkapnya.
Ia juga memberikan apresiasi terhadap gagasan Presiden untuk membangun kawasan khusus bagi jemaah haji Indonesia di Tanah Suci. Menurutnya, langkah tersebut merupakan visi yang sangat strategis karena besarnya kontribusi Indonesia terhadap penyelenggaraan ibadah haji.
"Bahkan cita-cita Bapak Presiden untuk membangun kawasan jemaah haji Indonesia di Tanah Suci menurut kami merupakan ide yang sangat baik. Kontribusi jemaah Indonesia terhadap pertumbuhan ekonomi dan keuangan, termasuk devisa yang masuk ke Arab Saudi, sangat luar biasa," jelasnya.
Terkait masih panjangnya antrean keberangkatan haji, Andi Edy berharap pemerintah Arab Saudi dapat memberikan tambahan kuota bagi Indonesia sehingga lebih banyak masyarakat dapat menunaikan rukun Islam kelima.
"Masih banyak masyarakat yang menunggu giliran berangkat haji. Ini tentu panggilan Allah, tetapi kita berharap pemerintah Arab Saudi dapat memberikan kuota sebesar-besarnya bagi jemaah Indonesia sehingga masa tunggu bisa semakin berkurang," pungkasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....