Pulang Tinggal Koper, Pengabdian dr. Fitri Rizkiani Berakhir di Tanah Suci
- 29 Jun 2026 13:28 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar- Di antara pelukan hangat keluarga dan senyum bahagia menyambut kepulangan Jemaah Haji Kloter 38 Debarkasi Makassar, Senin 29 Juni 2026, terselip satu kisah yang mengundang haru. Sebuah koper berwarna perak tiba di Aula Arafah Asrama Haji Sudiang tanpa pemiliknya.
Koper itu milik dr. Hj. Fitri Rizkiani, dokter Tim Kesehatan Haji Kloter (TKHK) asal Sulawesi Tenggara yang wafat saat mengabdikan diri melayani jemaah di Tanah Suci. Almarhumah mengembuskan napas terakhir pada 7 Juni 2026 di Makkah.
Jenazahnya dimakamkan di Tanah Suci, sementara barang-barang pribadinya kembali ke Indonesia bersama rombongan Kloter 38. Nama "Fitri Rizkiani, MD" yang tertera pada koper seolah menjadi saksi bisu pengabdian seorang tenaga kesehatan yang menuntaskan amanah hingga akhir hayat.
Suasana duka menyelimuti prosesi serah terima jemaah. Sebelum acara dimulai, seluruh hadirin diajak membacakan Surah Al-Fatihah untuk almarhumah. Lantunan doa kembali dipanjatkan dalam sambutan para pejabat, menjadikan penghormatan terakhir itu terasa begitu khidmat.
Kloter 38 mendarat di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin pada pukul 04.29 WITA, dua menit lebih cepat dari jadwal. Kloter ini membawa 391 orang, terdiri atas 386 jemaah asal Sulawesi Tenggara dan lima petugas. Seorang jemaah tercatat berpindah kloter, sementara dr. Fitri Rizkiani menjadi satu-satunya anggota kloter yang tidak kembali ke Tanah Air karena wafat dalam tugas.
Koordinator Bidang Perlengkapan Koper dan Air Zamzam PPIH Embarkasi-Debarkasi Makassar, H. Amrullah, mengajak seluruh jemaah menghadiahkan doa bagi almarhumah.
"Mari kita hadiahkan Al-Fatihah untuk almarhumah dr. Hj. Fitri Rizkiani. Semoga Allah menerima seluruh amal pengabdiannya dan menempatkannya di tempat terbaik di sisi-Nya," ujarnya.
Ia juga mendoakan agar seluruh jemaah kembali ke daerah masing-masing dalam keadaan sehat dan mampu mempertahankan kemabruran hajinya.
Jemaah kemudian diterima secara resmi oleh Kasubag Tata Usaha Kanwil Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Sulawesi Tenggara, H. La Mpane. Dalam sambutannya, ia mengingatkan agar para jemaah terus menjaga semangat ibadah, kebersamaan, dan kepedulian yang telah dipupuk selama menjalankan ibadah haji.
"Peliharalah semangat ibadah, kebersamaan, dan kepedulian yang diperoleh di Tanah Suci agar membawa manfaat bagi keluarga dan masyarakat," pesannya.
Di penghujung acara, koper milik dr. Fitri Rizkiani diserahkan kepada keluarga yang telah menunggu di Asrama Haji Sudiang. Momen itu menjadi penutup yang sarat makna: seorang dokter memang tak kembali bersama rombongannya, tetapi ketulusan pengabdiannya pulang lebih dahulu dalam doa, penghormatan, dan kenangan dari para jemaah yang pernah merasakan pelayanannya. Ia pergi sebagai petugas, namun dikenang sebagai pelayan kemanusiaan yang menuntaskan amanah hingga akhir hayat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....