Timwas DPR Minta Istitha'ah untuk Aspek Kesehatan Jemaah Diperketat
- 03 Jun 2026 11:34 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta - Pelaksanaan Ibadah Haji 2026 sudah memasuki tahap akhir di mana jemaah Indonesia sudah siap pulang ke Tanah Air. Anggota Tim Pengawas (Timwas) Haji DPR RI 2026, Netty Prasetiyani Aher memberikan evaluasi terkait aspek Istitha'ah (kemampuan) Haji di bidang kesehatan.
“Alhamdulillah penyelenggaraan Haji bagi jemaah Indonesia sudah berjalan dengan lancar dan baik. Meski begitu, ada beberapa catatan dari kami Timwas DPR, terutama mengenai Istitha'ah kesehatan jemaah Haji,” kata Netty Prasetiyani Aher, Selasa, 2 Juni 2026.
Adapun Istitha'ah (kemampuan atau kesanggupan) dalam konteks ibadah Haji adalah syarat wajib di mana seseorang memiliki kemampuan secara fisik, mental, ekonomi (biaya), dan keamanan. “Istitha'ah Haji itu bahwa jemaah haji yang akan berangkat dinyatakan memiliki kemampuan,” katanya.
“Bukan hanya kemampuan membayar biaya atau terkait ongkos naik Haji saja, tapi juga Istitha'ah dalam aspek kesehatan,” katanya. Saat melakukan pengawasan Haji langsung di Tanah Suci, Netty mengaku menemukan cukup banyak jemaah Haji yang masuk dalam kategori risiko tinggi (risti).
“Pada kenyataannya berdasarkan amatan lapangan, banyak sekali jemaah Haji Indonesia yang ternyata berisiko tinggi. Selain usianya lansia, mereka memiliki faktor risiko tinggi seperti penyakit kronik," katanya.
Netty yang merupakan Anggota Komisi IX DPR bidang urusan kesehatan itu bahkan menemukan seorang jemaah Haji penderita kanker. “Salah satu yang juga sangat miris, ada jemaah Haji yang menderita kanker stadium akhir," katanya.
“Karena apa? Karena petugas kesehatan sangat terbatas. Kemudian juga situasi di Tanah Suci jauh berbeda dengan Tanah Air,” ucapnya.
Netty menyinggung cuaca ekstrem yang terjadi di Tanah Suci cukup menuntut jemaah Haji memiliki stamina kuat. Belum lagi padatnya ibadah yang dilakukan oleh jemaah terutama saat Puncak Haji lalu.
Netty pun bercerita saat Puncak Haji, khususnya ketika jemaah melakukan wuquf pada tanggal 9 Dzulhijjah. Namun, kebanyakan jemaah haji sudah memadati padang Arafah sejak tanggal 8 Dzulhijjah.
“Pada saat wuquf, jemaah Haji berdiam di Arafah, bermunajat, berdzikir, dan sejumlah aktivitas ibadah lainnya sejak zuhur hingga Magrib,” katanya. Bagi jemaah lansia dengan penyakit kronik tertentu, menurut Netty, kondisi tersebut membutuhkan afirmasi seperti mobilisasi dari pemondokan.
“Sebagian jemaah perlu diantar dengan ambulans, dan tentunya ini kondisi yang cukup menyulitkan juga bagi jemaah,” katanya. Untuk itu, Netty mendorong Pemerintah untuk memperhatikan lebih lagi mengenai Istitha'ah dalam aspek kesehatan ini.
“Soal Istitha'ah, yang perlu menjadi perhatian serius adalah dalam aspek kesehatan. Tentang pentingnya skrining kesehatan calon jemaah haji,” ucap Netty.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....