Haji Mabrur Bukan Sekadar Perjalanan, tapi Perubahan Menjadi Lebih Baik

  • 02 Jun 2026 22:10 WIB
  •  Bengkalis

RRI.CO.ID, Bengkalis - Ibadah haji bukan hanya perjalanan fisik menuju Tanah Suci, melainkan perjalanan spiritual yang bertujuan membentuk pribadi yang lebih dekat kepada Allah SWT. Hal ini disampaikan Ustaz Adi Hidayat dalam tausiahnya yang membahas makna ibadah dan keutamaan haji mabrur.

Menurut Adi Hidayat, pada dasarnya seluruh aktivitas manusia dapat bernilai ibadah apabila dilakukan dengan niat yang benar dan sesuai tuntunan agama. Ia menjelaskan bahwa manusia diciptakan Allah untuk beribadah, sebagaimana firman Allah dalam Surah Az-Zariyat ayat 56.

“Dalam Islam, bukan hanya salat, puasa, atau membaca Al-Qur'an yang bernilai ibadah. Aktivitas sehari-hari seperti bekerja, mencari nafkah, hingga berinteraksi dengan sesama juga bisa menjadi ibadah jika diniatkan karena Allah,” ujarnya.

Ia menambahkan, setiap aktivitas dianjurkan diawali dengan membaca basmalah sebagai bentuk menghubungkan pekerjaan yang dilakukan dengan ridha Allah SWT. Dengan demikian, kegiatan yang tampak biasa dapat menjadi amal bernilai pahala.

Dalam penjelasannya, Adi Hidayat juga menekankan bahwa ibadah ritual seperti salat sejatinya menjadi sarana pendidikan bagi manusia. Melalui salat, seseorang dilatih untuk mengendalikan lisan, pandangan, pikiran, dan seluruh anggota tubuh agar senantiasa berada dalam kebaikan.

Hasil dari pendidikan spiritual tersebut kemudian tercermin dalam kehidupan sosial. Orang yang menjaga salat dengan baik akan lebih mampu menghindari perbuatan keji dan munkar serta lebih peduli terhadap sesama.

Selain ibadah fisik, Islam juga mengajarkan ibadah melalui harta seperti zakat dan sedekah. Menurutnya, berbagi kepada orang lain merupakan bentuk nyata pembuktian keimanan yang memiliki nilai pahala besar di sisi Allah SWT.

Lebih lanjut, Adi Hidayat menjelaskan bahwa ibadah haji menjadi salah satu bentuk ibadah yang menggabungkan pengorbanan fisik dan harta sekaligus. Seorang calon jemaah biasanya mempersiapkan perjalanan haji melalui tabungan dan usaha yang panjang demi memenuhi panggilan Allah SWT.

Ia mengatakan, tujuan utama haji bukan hanya menyelesaikan seluruh rangkaian ibadah di Tanah Suci, tetapi menghadirkan perubahan dalam diri setelah kembali ke tanah air.

“Haji mabrur adalah haji yang menjadikan seseorang lebih baik dari sebelumnya, lebih dekat kepada Allah, lebih rajin beribadah, dan lebih kuat menjaga ketakwaan,” jelasnya.

Menurut Adi Hidayat, tanda kemabruran haji terlihat dari perubahan sikap dan perilaku seseorang setelah pulang dari Tanah Suci. Sifat-sifat buruk mulai ditinggalkan dan digantikan dengan kebiasaan yang lebih saleh serta bermanfaat bagi masyarakat.

Ia pun mengucapkan selamat kepada para jemaah yang mendapat kesempatan menunaikan ibadah haji tahun ini. Adi Hidayat berharap seluruh jemaah diberikan kemudahan, kesehatan, serta mampu menjaga amanah ibadah tersebut hingga meraih predikat haji mabrur.

"Sebaik-baik bekal adalah takwa. Semoga seluruh rangkaian ibadah yang dilakukan diterima Allah SWT dan mengantarkan para jemaah menjadi pribadi yang lebih baik," pungkasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....