Menhaj Lepas Kepulangan Perdana Jemaah Haji Indonesia

  • 01 Jun 2026 17:21 WIB
  •  Bengkalis

RRI.CO.ID, Bengkalis - Menteri Haji dan Umrah Menhaj) Republik Indonesia, Mochamad Irfan Yusuf, secara resmi melepas kepulangan perdana jemaah haji Indonesia ke Tanah Air di Bandara Internasional King Abdul Aziz, Jeddah, Minggu malam 31 Mei 2026. Pelepasan tersebut menandai dimulainya fase pemulangan jemaah haji Indonesia setelah menyelesaikan seluruh rangkaian ibadah haji di Tanah Suci.

Dalam kesempatan tersebut, Menteri Haji dan Umrah menyambangi jemaah yang tergabung dalam Kelompok Terbang (Kloter) SUB-01. Ia menyapa, berdialog, serta menyalami para jemaah yang tengah bersiap memasuki area keberangkatan menuju Indonesia.

Suasana haru dan bahagia tampak mewarnai pertemuan tersebut. Setelah menjalani perjalanan ibadah selama sekitar 40 hari dengan berbagai pengalaman dan dinamika, para jemaah akhirnya bersiap kembali ke kampung halaman untuk berkumpul bersama keluarga.

“Setelah perjalanan 40 hari dengan berbagai dinamikanya, Alhamdulillah malam ini bapak dan ibu sekalian sudah bersiap kembali ke Tanah Air. Kami dari Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia menyampaikan doa dan harapan agar bapak dan ibu sekalian selamat dalam perjalanan hingga tiba di Indonesia,” ujar Menhaj.

Dalam sambutannya, Menhaj menyampaikan rasa syukur atas kelancaran pelaksanaan ibadah haji tahun ini sekaligus mendoakan seluruh jemaah Indonesia agar memperoleh predikat haji mabrur dan membawa pulang nilai-nilai kebaikan yang diperoleh selama berada di Tanah Suci. Ia juga berpesan agar pengalaman spiritual yang dirasakan selama menjalankan ibadah haji dapat menjadi bekal untuk meningkatkan kualitas ibadah dan pengabdian setelah kembali ke tengah masyarakat.

Selain menyampaikan doa, Menhaj secara terbuka menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh jemaah apabila selama proses penyelenggaraan ibadah haji masih terdapat layanan yang belum sepenuhnya memenuhi harapan. Menurutnya, berbagai upaya telah dilakukan oleh seluruh petugas untuk memberikan pelayanan terbaik, namun ia menyadari masih terdapat sejumlah kekurangan yang dirasakan sebagian jemaah.

“Atas nama keluarga besar Kementerian Haji dan Umrah, kami memohon maaf apabila dalam proses layanan masih terdapat kendala dan kekurangan. Kami telah berusaha memberikan yang terbaik,” ucapnya.

Menhaj menegaskan bahwa berbagai masukan dan pengalaman jemaah akan menjadi bahan evaluasi penting untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan ibadah haji pada tahun-tahun mendatang.

“Mungkin ada layanan yang terlambat, kasur yang kurang empuk, atau tenda yang terasa sesak. Semua itu menjadi bagian dari kekurangan yang kami mohonkan maaf sebesar-besarnya,” tuturnya.

Pernyataan tersebut disambut hangat oleh para jemaah yang hadir. Sejumlah jemaah tampak menganggukkan kepala dan memberikan apresiasi atas keterbukaan pemerintah dalam menerima kritik serta melakukan evaluasi terhadap layanan haji.

Pada momen pelepasan tersebut, Menhaj juga mengalungkan syal secara simbolis kepada perwakilan jemaah yang akan kembali ke Indonesia. Prosesi sederhana namun penuh makna itu menjadi simbol penghormatan sekaligus ungkapan selamat jalan kepada para tamu Allah yang telah menyelesaikan ibadah hajinya.

Antusiasme jemaah terlihat saat mereka bergantian menyalami dan berfoto bersama Menhaj sebelum memasuki area keberangkatan. Banyak di antara mereka yang mengabadikan momen tersebut sebagai kenangan sebelum meninggalkan Tanah Suci.

Pelepasan kloter pertama ini menjadi penanda dimulainya fase pemulangan jemaah haji Indonesia dari Arab Saudi ke Tanah Air. Proses pemulangan akan berlangsung secara bertahap sesuai jadwal penerbangan yang telah ditetapkan.

Kementerian Haji dan Umrah memastikan seluruh tahapan pemulangan akan terus dikawal secara intensif agar berjalan aman, tertib, nyaman, dan lancar. Koordinasi dengan berbagai pihak terkait juga terus dilakukan guna memastikan jemaah memperoleh layanan terbaik hingga tiba kembali di daerah asal masing-masing.

Dengan dimulainya fase pemulangan ini, penyelenggaraan ibadah haji 1447 H/2026 M memasuki babak akhir. Pemerintah berharap seluruh jemaah dapat kembali ke Tanah Air dalam keadaan sehat, selamat, dan membawa kemabruran yang tercermin dalam kehidupan sehari-hari setelah menunaikan rukun Islam kelima.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....