Kementerian Haji dan Umrah Pastikan Pengelolaan Dam Jemaah Haji 2026 Lebih Tertib
- 26 Mei 2026 16:55 WIB
- Bengkalis
RRI.CO.ID, Bengkalis - Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia menegaskan komitmennya untuk memastikan pengelolaan dam jemaah haji tahun 2026 berjalan lebih tertib, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan. Pemerintah mencatat adanya peningkatan signifikan dalam pendataan dan pelaksanaan dam dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Wakil Menteri Haji dan Umrah RI, Dahnil Anzar Simanjuntak, menyampaikan bahwa hingga Jumat pagi waktu Arab Saudi 22 Mei 2026, total dam jemaah yang telah dibayarkan mencapai 126.832 hadyu. Rinciannya, 90.956 dam akan dipotong di Tanah Suci melalui program Adahi, 32.691 dam dipotong di Indonesia, 3.195 jemaah menjalankan puasa sebagai pengganti dam, dan 1.076 jemaah melaksanakan haji ifrad.
Dahnil menegaskan capaian data tahun ini menunjukkan peningkatan signifikan dalam aspek ketertiban administrasi. Ia menyebut, jumlah tersebut merupakan yang terbesar dan paling tertata dalam sejarah pengelolaan dam jemaah haji Indonesia.
Pelaksanaan pemotongan dam di Tanah Suci dijadwalkan dimulai pada 10 Zulhijah atau Rabu 27 Mei 2026, melalui program Adahi. Proses tersebut akan disaksikan langsung oleh perwakilan Kementerian Haji dan Umrah serta awak media sebagai bentuk keterbukaan informasi kepada publik.
Selain itu, pemerintah juga memastikan transparansi digital melalui integrasi sistem pelaporan. Jemaah yang membayar dam melalui Adahi akan menerima notifikasi langsung melalui aplikasi Nusuk untuk mengetahui status pemotongan hadyu mereka.
"Dalam sejarah perhajian, tidak ada data yang bisa serapi ini. Tahun sebelumnya yang terdata hanya sekitar 10 ribu. Tahun ini melonjak secara tertib sampai 126 ribu. Pemotongan dam di Tanah Suci akan dimulai pada 10 Zulhijah atau Rabu, 27 Mei 2026, melalui program Adahi. Nanti teman-teman wartawan bisa melihat secara langsung proses pemotongannya,” jelas Dahnil.
Sementara itu, untuk dam yang dilaksanakan di Indonesia, pemerintah menyerahkan pelaksanaannya kepada pilihan masing-masing jemaah sesuai keyakinan fikih yang dianut serta lembaga pelaksana yang dipercaya.
“Informasi bahwa hadyu jemaah sudah dipotong akan muncul melalui notifikasi di HP jemaah pada aplikasi Nusuk. Kami sudah meminta kepada Adahi dan secara khusus kepada Pemerintah Saudi Arabia agar daging-daging dam ini didistribusikan untuk masyarakat Palestina,,” jelas Dahnil Anzar.
Di sisi lain, Dahnil juga menyampaikan bahwa sebagian besar daging dam jemaah Indonesia yang dipotong di Tanah Suci akan dikemas dan didistribusikan untuk masyarakat Palestina, melalui koordinasi dengan Adahi dan Pemerintah Arab Saudi. Kebijakan ini merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden Prabowo Subianto sebagai bentuk kepedulian kemanusiaan Indonesia.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....