Jemaah Haji Kediri Bersiap Hadapi Puncak Ibadah Arafah

  • 24 Mei 2026 17:44 WIB
  •  Kediri

RRI.CO.ID, Kediri – Jemaah haji Kloter 111 asal Kabupaten Kediri mulai mempersiapkan diri menghadapi puncak ibadah haji di Padang Arafah pada Senin 25 Mei 2026. Saat ini para jemaah beristirahat di Hotel 118 Syisah, Kota Makkah, usai menyelesaikan rangkaian umrah wajib dan sejumlah aktivitas ibadah lainnya.

Salah satu jemaah Kloter 111 Kabupaten Kediri, Miftah Amando, melalui sambungan telepon, Minggu 24 Mei 2026 mengatakan para jemaah dijadwalkan berangkat menuju Arafah pada 8 Zulhijah 1447 Hijriah sekitar pukul 14.00 waktu Arab Saudi.

“Hari Kamis sampai Minggu ini jemaah haji diistirahatkan oleh Kerajaan Arab Saudi untuk menjaga kesehatan, jadi bus shalawat sudah dikosongkan semua,” ujarnya.

Menurutnya, selama masa persiapan menuju Armuzna, para jemaah lebih banyak beribadah di hotel. Hal itu karena jarak hotel menuju Masjidil Haram mencapai sekitar tujuh kilometer dan layanan bus shalawat sementara dihentikan.

Meski demikian, kondisi pelayanan di hotel dinilai cukup baik. Miftah menyebut makanan yang disediakan melimpah dan sesuai dengan lidah masyarakat Indonesia.

“Kalau makanan yang disediakan hotel enak sih, bahkan melimpah. Belum lapar sudah datang lagi menunya. Ketepatan waktu makan juga sangat baik,” katanya.

Selain itu, pihak hotel juga menyediakan fasilitas mesin cuci untuk para jemaah. Namun karena jumlah pengguna cukup banyak, sebagian jemaah memilih mencuci pakaian secara mandiri di kamar mandi hotel.

Pada pelaksanaan Armuzna tahun ini, jemaah Kloter 111 Kabupaten Kediri mendapatkan program tanazul. Skema tersebut memungkinkan jemaah tidak menginap di Mina usai melempar jumrah dan langsung kembali ke hotel di Makkah.

Program tersebut diterapkan untuk membantu mengurangi kepadatan jemaah, terutama bagi lansia dan jemaah dengan risiko kesehatan tinggi. Menjelang keberangkatan ke Arafah, para jemaah kini fokus menjaga kondisi fisik dan menghemat tenaga.

Tim kesehatan Indonesia juga terus melakukan pemantauan kesehatan, khususnya kepada jemaah lanjut usia, penderita penyakit tertentu, serta jemaah risiko tinggi.

“Kemarin dilakukan pemeriksaan kesehatan pada lansia dan jemaah yang mengonsumsi obat rutin. Jadi di satu hotel itu ada satu kamar petugas kesehatan,” ucap Miftah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....