Kemenhaj Pastikan Pengelolaan Dam Haji 2026 Lebih Transparan
- 25 Mei 2026 10:03 WIB
- Medan
RRI.CO.ID, Makkah — Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia memastikan pengelolaan dam jemaah haji tahun 2026 berjalan lebih tertib dan transparan. Hingga Jumat pagi waktu Arab Saudi, 22 Mei 2026, sebanyak 126.832 hadyu atau dam jemaah telah tercatat dalam sistem resmi pemerintah.
Wakil Menteri Haji dan Umrah RI, Dahnil Anzar Simanjuntak mengatakan jumlah tersebut menjadi capaian penting dalam sejarah penyelenggaraan haji Indonesia. Dari total itu, sebanyak 90.956 dam dipotong di Tanah Suci melalui program Adahi, 32.691 dipotong di Indonesia, 3.195 jemaah menjalankan puasa, dan 1.076 jemaah melaksanakan haji ifrad.
| Baca juga: Jemaah Haji Asal Asahan Wafat di Tanah Suci |
“Dalam sejarah perhajian, tidak ada data yang bisa serapi ini. Tahun sebelumnya yang terdata hanya sekitar 10 ribu. Tahun ini melonjak secara tertib sampai 126 ribu,” ujarnya
Dahnil menjelaskan, pemotongan dam di Tanah Suci akan dimulai pada 10 Zulhijah atau Rabu, 27 Mei 2026 melalui program Adahi. Proses tersebut nantinya akan disaksikan langsung oleh perwakilan Kemenhaj dan wartawan, sebagai bentuk transparansi kepada publik dan jemaah.
“Nanti teman-teman wartawan bisa melihat secara langsung proses pemotongannya. Ada perwakilan dari Kementerian Haji dan Umrah sebagai representasi dari jemaah yang memotong di Tanah Suci,” katanya.
Kemenhaj juga memastikan jemaah yang membayar dam melalui Adahi akan menerima notifikasi melalui aplikasi Nusuk. Melalui aplikasi tersebut, jemaah dapat memantau status pembayaran hingga proses pemotongan hadyu secara langsung.
Selain itu, Dahnil menyampaikan sebagian besar daging dam jemaah Indonesia yang dipotong di Tanah Suci akan didistribusikan untuk masyarakat Palestina. Langkah tersebut dilakukan melalui koordinasi dengan Adahi dan Pemerintah Arab Saudi sesuai arahan Presiden RI.
“Kami sudah meminta kepada Adahi dan secara khusus kepada Pemerintah Saudi Arabia, agar daging-daging dam ini didistribusikan untuk masyarakat Palestina,” ujarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....