Kloter 38 Sultra Dipenuhi Jemaah Lansia, Petugas Fokus Persiapan Armuzna

  • 17 Mei 2026 20:28 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar - Kloter 38 Embarkasi Makassar yang membawa jemaah haji asal Sulawesi Tenggara menjadi salah satu rombongan dengan jumlah jemaah lanjut usia cukup tinggi pada musim haji tahun ini. Kondisi tersebut membuat petugas haji memberi perhatian khusus terhadap kesiapan fisik jemaah, terutama menjelang puncak ibadah haji atau Armuzna (Arafah, Muzdalifah, dan Mina).

Ketua Kloter 38, Laode Alimaris, mengatakan kloter yang dipimpinnya terdiri dari jemaah asal delapan daerah di Sulawesi Tenggara. Mereka berasal dari Kabupaten Bombana, Kota Baubau, Kabupaten Buton Selatan, Kabupaten Muna, Muna Barat, Konawe Utara, Kolaka, dan Kolaka Timur. “Kloter ini terdiri dari jemaah dari delapan kabupaten dan kota di Sulawesi Tenggara,” ujarnya saat ditemui sebelum keberangkatan.

Menurutnya, jemaah tertua di kloter tersebut berusia 89 tahun dan menggunakan kursi roda, sementara jemaah termuda masih berusia 16 tahun. Dari total jemaah yang tergabung dalam Kloter 38, sebanyak 142 orang tercatat masuk kategori lansia dengan jumlah perempuan lebih banyak dibanding laki-laki.

Tingginya jumlah lansia membuat petugas kloter menerapkan strategi khusus agar kondisi kesehatan jemaah tetap stabil hingga pelaksanaan puncak haji. Laode menjelaskan, karena Kloter 38 termasuk penerbangan gelombang akhir, maka waktu persiapan menuju Armuzna sangat terbatas.

“Setelah tiba di Tanah Suci, fokus utama kami adalah menyelesaikan umrah wajib. Setelah itu jemaah diarahkan untuk tidak terlalu memforsir tenaga untuk ibadah sunnah,” katanya.

Ia menyebutkan, hanya sekitar enam hari setelah kedatangan di Makkah, jemaah sudah akan menghadapi fase Armuzna yang dikenal sebagai tahapan paling menguras tenaga dalam seluruh rangkaian ibadah haji.

Selain faktor usia, cuaca ekstrem di Arab Saudi juga menjadi perhatian serius petugas haji. Suhu panas yang tinggi dinilai dapat memicu dehidrasi, terutama bagi jemaah lansia yang memiliki daya tahan tubuh lebih rendah.

Karena itu, petugas kloter terus mengingatkan jemaah agar disiplin menjaga asupan cairan selama berada di Tanah Suci. “Jangan menunggu haus baru minum. Setiap 15 menit dianjurkan minum air walaupun hanya satu atau dua teguk,” ujar Laode.

Ia juga menyarankan jemaah mengonsumsi cairan oralit untuk membantu menjaga keseimbangan cairan tubuh dan mencegah dehidrasi saat menjalani aktivitas ibadah di bawah cuaca panas. Kloter 38 disebut sebagai kloter terakhir kedua asal Sulawesi Tenggara. Setelahnya masih ada Kloter 39 yang juga membawa jemaah Sultra dan bergabung dengan jemaah dari Sulawesi Selatan.

Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Bombana, Surahman, optimistis para jemaah tetap mampu menjalankan ibadah haji meski sebagian besar telah berusia lanjut. Menurutnya, semangat spiritual dan niat kuat untuk menunaikan rukun Islam kelima menjadi kekuatan utama para jemaah.

“Saya kira semua kuat dan sehat karena semangatnya untuk segera menunaikan ibadah kepada Tuhan,” katanya.

Ia juga mengimbau seluruh jemaah agar lebih memprioritaskan ibadah wajib dibanding aktivitas sunnah demi menjaga kondisi fisik tetap prima hingga seluruh rangkaian ibadah selesai. “Yang wajib harus diutamakan. Jaga kesehatan supaya seluruh rangkaian ibadah haji bisa dijalankan dengan baik dan jemaah dapat kembali sebagai haji yang mabrur,” ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....