Jemaah Kloter 74 SOC Banyumas Siap Diberangkatkan ke Tanah Suci

  • 16 Mei 2026 10:35 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Boyolali - Kloter 74 SOC asal Kabupaten Banyumas siap diberangkatkan menuju Tanah Suci dengan total 360 orang jemaah dan petugas. Para calon haji yang tergabung dalam kloter tersebut telah menjalani berbagai persiapan, termasuk pendampingan kesehatan bagi jemaah lanjut usia dan risiko tinggi.

Ketua Kloter 74 SOC, Tini Hayatur Rahmah, mengatakan jumlah rombongan terdiri atas enam petugas laki-laki dan tiga perempuan. Petugas tersebut meliputi pembimbing ibadah, tenaga kesehatan, hingga petugas haji daerah.

“Jumlah jamaahnya ada seratus enam puluh laki-laki dan seratus sembilan puluh empat perempuan,” ujarnya kepada RRI, Sabtu 16 Mei 2026.

Ia menjelaskan, terdapat satu jemaah yang masih dalam pemantauan kesehatan karena baru menjalani operasi otak. Namun kondisi jemaah tersebut dinilai tetap stabil dan bersemangat mengikuti ibadah haji. “Ada satu sih yang pasca operasi otak, tapi sementara ini tetap semangat tetap sehat dalam masa pemulihan,” katanya.

Selain itu, tercatat sebanyak 59 jemaah masuk kategori risiko tinggi. Untuk mendukung kelancaran ibadah, pihak kloter juga menyiapkan pendampingan khusus bagi jemaah yang membutuhkan kursi roda. “Yang pakai kursi roda itu ada dua puluh dua orang,” ucapnya.

Pendampingan nantinya akan dilakukan oleh tenaga kesehatan, dokter, dan petugas lainnya terutama saat pelaksanaan ibadah di Muzdalifah.

Tini berharap seluruh jemaah dapat menjalani ibadah dengan sehat dan kembali ke tanah air dalam kondisi selamat. “Harapan saya kesuksesan saya itu adalah kepuasan jamaah ketika jamaah senang, jamaah sehat itu adalah kesuksesan dari kami,” ujarnya.

Sementara itu, salah satu jemaah asal Kecamatan Kemranjen, Kabupaten Banyumas, Subarkah mengaku telah mempersiapkan diri melalui manasik haji dan pembekalan dari para pendamping. “Alhamdulillah udah dipersiapkan karena kita ikut manasik jadi di ikut pembimbingan,” katanya.

Pria berusia 55 tahun tersebut mengaku harus menunggu selama 14 tahun sejak mendaftar pada Desember 2012 untuk bisa berangkat ke Tanah Suci. “Antriannya saya 2000 Desember 2012 berarti 14 tahun,” ucapnya.

Ia juga telah menyiapkan berbagai perlengkapan kesehatan seperti hand sanitizer, oralit, dan obat-obatan pribadi untuk digunakan selama berada di Arab Saudi.

Subarkah berharap pelayanan haji ke depan semakin mudah dan praktis bagi para jemaah. “Ya bisa ada lebih kemudahan lagi, lebih praktis lagi, tidak lama berbelit-belit birokrasinya,” ujarnya.

Hingga saat ini, jemaah yang telah masuk Embarkasi Solo tercatat sebanyak 73 kloter atau 26.241 jemaah. Sementara jemaah yang telah diterbangkan mencapai 71 kloter dengan total 25.441 jemaah. Adapun jumlah open seat penerbangan tercatat 119 kursi dan terdapat empat jemaah yang sakit di embarkasi. (Ase)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....